China Tangguhkan Tarif Pertanian Kanada usai Kunjungan PM Carney

- China resmi menangguhkan tarif impor tambahan untuk produk pertanian dan hasil laut Kanada, membuka kembali arus ekspor yang sempat terhambat akibat ketegangan dagang sebelumnya.
- Kebijakan ini merupakan hasil diplomasi Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Beijing, yang juga melahirkan kemitraan strategis baru termasuk kelonggaran impor kendaraan listrik asal China.
- Petani dan nelayan Kanada menyambut positif keputusan tersebut karena memulihkan akses pasar utama, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat stabilitas ekonomi sektor agrikultur dan perikanan.
Jakarta, IDN Times - China secara resmi menghapus tarif impor tambahan untuk sejumlah komoditas unggulan Kanada, mulai dari bungkil kanola, kacang polong, hingga hasil laut, pada Jumat (27/2/2026). Kebijakan ini menjadi jalan keluar untuk melancarkan kembali arus ekspor yang sebelumnya sempat terhambat oleh ketegangan dagang antara kedua negara.
Normalisasi hubungan ekonomi ini merupakan hasil dari diplomasi Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, saat berkunjung ke Beijing pada Januari 2026. Keputusan penghapusan tarif tersebut langsung disambut antusias oleh para petani dan nelayan Kanada. Selain memulihkan daya saing produk mereka di pasar Asia, kebijakan ini juga memberikan kepastian pendapatan yang sangat dinantikan menjelang datangnya musim tanam.
1. China resmi hapus tarif impor untuk sejumlah produk Kanada

Kementerian Keuangan China secara resmi mengumumkan penangguhan tarif tambahan untuk sejumlah produk impor dari Kanada. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Maret hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas arus perdagangan antara kedua negara. Fokus utama dari aturan baru ini adalah penghapusan tarif sebesar 100 persen untuk produk bungkil kanola dan kacang polong, serta penghapusan tarif 25 persen untuk impor lobster dan kepiting asal Kanada.
Penghapusan tarif ini merupakan langkah positif setelah adanya investigasi anti-diskriminasi pada September 2024, yang sebelumnya sempat memicu kenaikan tarif pada Maret 2025. Dengan kebijakan ini, produk-produk andalan Kanada kini dapat kembali masuk ke pasar China dengan lebih mudah. Meskipun demikian, pengumuman tersebut belum mencakup perubahan tarif untuk minyak kanola dan produk daging babi.
Otoritas China menegaskan bahwa penyesuaian tarif ini adalah bukti nyata dari upaya bersama untuk menyelesaikan perselisihan ekonomi melalui dialog yang membangun.
"Satu hal yang kita ketahui adalah pembeli China telah memesan kargo kanola Kanada untuk pengiriman Maret 2026, yang memberikan tingkat kepercayaan tinggi terhadap implementasi tarif yang dikurangi," ujar Direktur Trivium China, Even Rogers Pay, dilansir CBC.
Kepercayaan pasar ini juga terlihat dari persiapan aktivitas bongkar muat yang lebih besar di pelabuhan-pelabuhan utama. Secara keseluruhan, kebijakan ini diharapkan mampu mengamankan pesanan ekspor senilai hampir 3 miliar dolar Kanada (Rp36,9 triliun) bagi para pekerja dan pengusaha lokal.
Sebagai langkah lanjutan, Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) juga menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama di sektor-sektor baru, seperti material baru dan manufaktur tingkat lanjut. Strategi ini merupakan bagian dari upaya China untuk membuktikan diri sebagai mitra ekonomi yang stabil di tengah ketidakpastian perdagangan global.
2. Kanada dan China sepakati kemitraan strategis baru untuk perdagangan

Normalisasi hubungan dagang ini bermula dari kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, ke Beijing pada pertengahan Januari 2026, yang menghasilkan kemitraan strategis baru. Dalam pertemuan tersebut, Kanada sepakat mengizinkan masuknya kuota tahunan sebanyak 49 ribu unit kendaraan listrik asal China ke pasar domestiknya, dengan tarif rendah sebesar 6,1 persen.
Kebijakan ini merupakan kelonggaran dari tarif 100 persen yang sebelumnya diterapkan pada 2024 lalu, sebagai respons terhadap tekanan pasar global. Sebagai timbal balik, China berkomitmen untuk menurunkan tarif biji kanola dari tingkat gabungan sekitar 84 persen menjadi 15 persen.
Kesepakatan ini dirancang untuk mendorong investasi China di sektor manufaktur otomotif Kanada dalam tiga tahun ke depan. Target jangka panjangnya adalah memastikan bahwa pada tahun 2030, setidaknya 50 persen dari kendaraan listrik yang diimpor tersebut memiliki harga yang terjangkau, yakni di bawah 35 ribu dolar Kanada (Rp430 juta). Hal ini sejalan dengan visi ekonomi Perdana Menteri Carney untuk memperluas kemitraan dagang, guna mengurangi ketergantungan yang berlebihan pada satu pasar utama saja. Melalui strategi ini, Kanada juga menargetkan peningkatan total ekspor ke China sebesar 50 persen pada tahun 2030.
Dalam pidato resminya di Beijing, PM Mark Carney menegaskan bahwa hubungan antara Kanada dan China telah menciptakan peluang besar bagi masyarakat kedua negara.
"Dengan memaksimalkan keunggulan kita serta berfokus pada sektor perdagangan, energi, pertanian, dan bidang menguntungkan lainnya, kita tengah membangun kemitraan strategis baru yang berlandaskan kesuksesan masa lalu," kata Carney, dilansir The Guardian.
Menteri Perdagangan Internasional Kanada, Maninder Sidhu, turut menyatakan bahwa melalui pengaturan ini, Kanada sedang menyelesaikan masalah perdagangan yang telah lama berlangsung, serta membangun jalur untuk investasi baru yang menguntungkan pekerja dan bisnis Kanada. Pemerintah Kanada juga menekankan bahwa kemitraan ini mencakup kolaborasi yang luas di sektor energi bersih, teknologi hijau, dan keamanan publik untuk mencegah kejahatan lintas negara.
3. Petani dan nelayan Kanada sambut positif penghapusan tarif impor China

Sektor pertanian dan perikanan Kanada menyambut positif pengumuman penangguhan tarif impor oleh China, karena dinilai memberikan kepastian menjelang musim tanam. Para petani di wilayah Prairie, khususnya Saskatchewan yang memproduksi 55 persen kanola nasional, menganggap hal ini sebagai titik balik pemulihan pendapatan mereka. Organisasi industri, seperti Pulse Canada dan Dewan Kanola Kanada, mencatat bahwa penghapusan tarif kacang polong akan membuka kembali akses ke salah satu pasar ekspor terpenting di dunia.
Pemulihan akses pasar ini diperkirakan akan berdampak besar bagi provinsi pesisir, seperti Nova Scotia dan British Columbia, yang sebelumnya mengalami penurunan ekspor hasil laut hingga 30 persen. Melalui penghapusan tarif 25 persen untuk lobster dan kepiting, nelayan Kanada kini dapat kembali bersaing di pasar Asia. Meski demikian, produsen daging babi masih mendorong negosiasi lebih lanjut, karena produk mereka belum terbebas dari tarif pada pengumuman ini. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah federal dan provinsi terus diperkuat agar seluruh sektor pertanian serta pangan mendapatkan manfaat yang setara.


















