ilustrasi pabrik baja (freepik.com/KamranAydinov)
Di sektor logam, terdapat proyek pengembangan fasilitas manufaktur baja nirkarat dari nikel di Indonesia Morowali Industrial Park oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. dan mitra strategis. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi stainless steel slab sebesar 1,2 juta ton per tahun berbasis nikel lokal untuk meningkatkan nilai tambah mineral dan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan industri.
Di samping itu, Krakatau Steel dan mitra strategis juga mengembangkan fasilitas produksi slab baja karbon dari bijih besi lokal di Cilegon, Banten, dengan kapasitas 1,5 juta ton per tahun guna mencapai efisiensi operasional dan memperkuat fondasi industrialisasi nasional.
Proyek pada sektor material konstruksi juga mencakup ekosistem dan fasilitas produksi aspal Buton yang dikelola oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan aspal Buton dari 5 ribu ton pada 2025 menjadi 300 ribu ton pada 2030.
Sementara itu, di Gresik, Jawa Timur, terdapat hilirisasi tembaga dan emas yang dikelola oleh PT Mineral Industri Indonesia (Persero) dan PT Len Industri (Persero) berupa pengembangan fasilitas brass mill, brass cup, dan manufaktur logam mulia berbasis anode slime untuk memperkuat industri strategis nasional.