Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendukung rencana untuk melarang ekspor diesel ketika harga bahan bakar tersebut di dalam negeri mencapai rekor. Rata-rata harga diesel AS telah menembus lebih dari US$6 per galon di tengah gangguan pasokan global akibat perang di Iran dan Ukraina. Pemerintah AS masih mengkaji apakah larangan tersebut akan diberlakukan secara penuh atau hanya sebagian.
Jika ekspor dihentikan, lebih banyak produksi diesel AS akan tersedia untuk pasar domestik. Namun, kebijakan tersebut juga dapat mengubah keseimbangan pasokan di negara lain karena Amerika Serikat merupakan salah satu eksportir diesel terbesar di dunia. Berikut empat dampak jika Trump melarang ekspor diesel dari Amerika Serikat.
