Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ini 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Januari 2026

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (2).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Proyek hilirisasi pertama BPI Danantara dimulai Januari 2026, termasuk smelter aluminium dan fasilitas Smelter Grade Alumina di Mempawah, Kalimantan Barat.
  • Danantara juga menggarap fasilitas bioavtur dan bioetanol sebagai bagian dari energi baru dan terbarukan, serta memprioritaskan lima fasilitas budidaya unggas.
  • Seluruh agenda groundbreaking pada Januari merupakan bagian dari target penyelesaian sekitar 18 proyek hilirisasi yang dijadwalkan berlanjut hingga Februari dan Maret 2026.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan memulai proyek hilirisasi pertamanya pada Januari 2026. Proyek awal yang akan masuk tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) adalah pengembangan smelter aluminium berbasis alumina.

CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan proyek smelter tersebut berlokasi di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai investasi mencapai 2,4 miliar dolar AS.

"Yang groundbreaking pertama ya ini yang akhir Januari. Pengembangan smelter aluminium dari alumina," kata Rosan kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Selain itu, Danantara juga menggarap fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) yang memproses bauksit menjadi alumina, dengan nilai investasi sekitar 891 juta dolar AS. Alumina sendiri merupakan bahan baku utama untuk memproduksi aluminium.

1. Fasilitas bioavtur dan bioetanol juga masuk daftar

Garuda Indonesia jajaki penggunaan bahan bakar Bioavtur.
Garuda Indonesia jajaki penggunaan bahan bakar Bioavtur. (dok. Garuda Indonesia)

Tidak hanya sektor mineral, Danantara turut mendorong hilirisasi di sektor energi. Salah satu proyek yang akan dikembangkan adalah fasilitas produksi bioavtur di Cilacap dengan nilai investasi mencapai 1,1 miliar dolar AS.

Bioavtur merupakan bahan bakar pesawat berbasis nabati yang dikembangkan sebagai bagian dari energi baru dan terbarukan (EBT), sekaligus untuk mengurangi ketergantungan pada avtur berbasis fosil.

"Kemudian pengembangan fasilitas Bioetanol itu nilainya 80 juta dolar," ujarnya.

Bioetanol adalah bahan bakar nabati yang biasanya dihasilkan dari tanaman berpati atau bergula dan digunakan sebagai campuran bensin. Namun, Rosan tak menyebutkan lokasi proyek bioetanol tersebut.

2. Lima fasilitas budidaya unggas juga diprioritaskan

Ilustrasi peternakan unggas. (Dok. Freepik/tawatchai07)
Ilustrasi peternakan unggas. (Dok. Freepik/tawatchai07)

Danantara juga menggarap hilirisasi di sektor pangan. Rosan menjelaskan dari total 12 rencana pengembangan di sektor unggas, pihaknya akan memprioritaskan lima fasilitas budidaya unggas untuk dikerjakan lebih dahulu.

"Dan pengembangan dari 12 sekarang kita kerjakan dulu 5 fasilitas budidaya unggas," tutur Rosan.

3. 18 proyek hilirisasi dieksekusi hingga Maret 2026

20250722_114836(2).jpg
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyerahkan dokumen prastudi kelayakan proyek hilirisasi kepada Danantara pada Selasa (22/7/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Seluruh agenda groundbreaking pada Januari ini merupakan bagian dari target penyelesaian sekitar 18 proyek hilirisasi yang dijadwalkan berlanjut hingga Februari dan Maret 2026.

"Nanti dilanjutkan di bulan Februari dan di bulan Maret untuk menyelesaikan kurang lebih 18 program hilirisasi yang sudah kita sepakati," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Hambalang, Jawa Barat, pada Selasa (6/1/2026).

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Ciri Penipuan Emas Digital yang Wajib Diwaspadai, Catat!

09 Jan 2026, 15:15 WIBBusiness