- Daging ayam ras: andil 0,09 persen
- Cabai rawit: andil 0,08 persen
- Ikan segar: andil 0,05 persen
- Cabai merah: andil 0,04 persen
- Tomat: andil 0,02 persen
- Beras: andil 0,02 persen
- Telur ayam ras: andil 0,02 persen
Inflasi Februari Capai 0,68 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

- BPS mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen, dengan kenaikan harga pangan sebagai pemicu utama dan inflasi tahunan mencapai 4,76 persen.
- Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil terbesar terhadap inflasi melalui komoditas seperti daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, serta cabai merah.
- Komponen bergejolak memberi kontribusi tertinggi terhadap inflasi bulan itu, sementara bensin menjadi penyumbang deflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Februari 2026 mencapai 0,68 persen. Kenaikan harga pangan menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan tersebut.
Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi tercatat sebesar 4,76 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,53 persen.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan inflasi terjadi karena kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026.
“Pada Februari 2026 terjadi inflasi bulanan sebesar 0,68 persen karena ada kenaikan indeks harga konsumen dari 109,75 pada Januari 2026 menjadi 110,50 pada Februari 2026,” ucap Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (2/3/2026).
1. Daging ayam ras sumbang inflasi 0,09 persen

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi sebesar 1,54 persen. Kelompok ini memberi andil terbesar terhadap inflasi Februari 2026, yakni 0,45 persen.
Komoditas penyumbang inflasi terbesar di kelompok ini:
2. Daftar inflasi kelompok perawatan

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 2,55 persen. Kelompok ini menyumbang andil 0,19 persen terhadap inflasi Februari 2026.
Komoditas penyumbang inflasi:
- Emas perhiasan: andil 0,19 persen
- Tarif angkutan udara: andil 0,02 persen
Komoditas penyumbang deflasi:
- Bensin: andil deflasi 0,005 persen
Kenaikan harga emas perhiasan menjadi pendorong utama di kelompok ini, sejalan dengan tren kenaikan harga emas global.
3. Komponen bergejolak sumbang inflasi 0,41 persen

Berdasarkan komponen, penyumbang terbesar inflasi Februari berasal dari komponen bergejolak (volatile food).
Komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 2,5 persen dengan andil 0,41 persen terhadap inflasi Februari 2026.
“Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah,” terang Ateng.
Sementara itu, komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,42 persen dengan andil 0,27 persen. Komoditas dominan pada komponen inti antara lain emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk.
Adapun komponen harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen dengan andil deflasi sebesar 0 persen.
“Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi komponen harga diatur pemerintah adalah bensin,” kata Ateng.
Secara spasial, sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi. Sementara 5 provinsi mencatat deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sulawesi Selatan sebesar 1,04 persen. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Papua Barat sebesar 0,65 persen.
















