Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara: Transformasi dan Restrukturisasi Harus Fundamental

Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, dalam acara SAT 2026.
Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)
Intinya sih...
  • Restrukturisasi BUMN harus dilakukan secara mendasar dan tidak hanya pada perbaikan keuangan semata.
  • Perubahan kepemimpinan menjadi elemen krusial dalam proses transformasi, karena pemimpin adalah role model yang menentukan arah dan budaya kerja perusahaan.
  • Fokus restrukturisasi juga meliputi fundamental business review, peta persaingan, serta keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Holding Operasional Danantara menegaskan transformasi dan restrukturisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus dilakukan secara mendasar dan tidak sebatas pada perbaikan keuangan semata.

Managing Director Business 3 Danantara, Febriany Eddy, mengatakan restrukturisasi keuangan hanya menjadi langkah awal sebelum perubahan yang lebih fundamental dijalankan secara menyeluruh.

Selama ini, fokus restrukturisasi kerap disalahartikan hanya pada aspek finansial. Padahal, perubahan kepemimpinan juga menjadi elemen krusial dalam proses transformasi. Pemimpin memiliki peran penting sebagai role model yang menentukan arah kebijakan serta budaya kerja perusahaan.

"Kami mau restrukturisasi harus dilakukan secara fundamental. Banyak yang menyebut restrukturisasi mungkin fokusnya di finansial. Padahal, financial is only the beginning. Pemimpinnya harus direstrukturisasi juga, karena pemimpin adalah role model yang menentukan arah dan berbagai hal lainnya," kata Febriany saat menjadi pembicara dalam acara Semangat Awal Tahun 2026 by IDN Times, Rabu (14/1/2026), pada sesi bertajuk Danantara dan Transformasi BUMN Menuju Korporasi Kelas Dunia.

Dia mencontohkan sektor aviasi yang dinilai strategis bagi negara kepulauan seperti Indonesia karena berperan penting dalam mendukung konektivitas. Selain itu, fundamental business review juga menelaah model bisnis perusahaan.

Tidak jarang sebuah perusahaan berada di satu sektor, namun sumber pendapatannya justru berasal dari lini usaha lain. Aspek lain yang turut dikaji adalah peta persaingan serta keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan.

"Setelah diselamatkan, bagaimana dia bisa bersaing kalau tidak punya competitive edge (keunggulan kompetitif)? Lalu, apa yang mau dibangun di situ?" katanya.

Setelah evaluasi menyeluruh dilakukan, barulah ditelusuri akar permasalahan yang menyebabkan kinerja perusahaan memburuk, sebelum ditentukan langkah perbaikan yang tepat. Oleh karena itu, proses restrukturisasi dinilai bersifat sangat mendalam dan berjangka panjang.

Dia mencontohkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang meski telah menerima injeksi modal, justru baru memasuki tahap awal transformasi. Saat ini, kerja sama dengan jajaran direksi Garuda disebut semakin intens untuk memastikan maskapai pelat merah tersebut dapat kembali berdaya saing.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14–15 Januari 2026.

SAT 2026 menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, serta tokoh-tokoh inspiratif.

Mengusung tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, forum ini dirancang untuk menjangkau generasi Milenial dan Gen Z, sekaligus menjadi wadah diskusi berbagai isu aktual.

Selain itu, SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan “Inspiring Newsmaker of The Year 2026.”

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Tips Perencanaan Keuangan di Usia 20-an untuk Masa Depan  

14 Jan 2026, 22:00 WIBBusiness