Masih Tertekan, Rupiah Akhiri Pekan di Rp16.958 per Dolar AS

- Rupiah ditutup melemah di level Rp16.958 per dolar AS akibat tekanan dari gejolak pasar energi global dan lonjakan harga minyak dunia.
- Ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz, memicu kekhawatiran inflasi global karena pasokan minyak terganggu.
- Investor mencermati kebijakan The Fed yang mungkin menahan suku bunga tinggi, sementara rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif hingga Rp17.150 pekan depan.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (13/3/2026) sore. Mata uang Garuda belum mampu lepas dari tekanan gejolak pasar energi global.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah parkir di level Rp16.958 per dolar AS. Rupiah melemah 65 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp16.893 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah sempat tertekan hingga 70 poin.
1. Tekanan masih datang dari persoalan geopolitik
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menyoroti lonjakan harga minyak dunia setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei menyatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup. Penutupan jalur air sempit yang menjadi urat nadi bagi seperlima pasokan minyak dan gas bumi dunia itu telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.
"Para pelaku pasar dan analis khawatir bahwa lonjakan harga minyak yang besar akan berdampak ke seluruh dunia dalam bentuk guncangan inflasi. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir kali berada di sekitar 100 dolar AS per barel," kata dia.
2. Investor pantau suku bunga AS yang terancam tetap tinggi
Investor kini waspada karena bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) mungkin terpaksa membatalkan rencana pemotongan suku bunga jika inflasi terus mendaki. Suku bunga yang tetap tinggi akan meningkatkan daya tarik dolar AS di mata investor asing.
"Investor juga memantau data inflasi AS minggu ini. Angka indeks harga konsumen pada hari Rabu menunjukkan inflasi sebagian besar tetap stabil pada bulan Februari dibandingkan bulan sebelumnya," paparnya.
3. Rupiah pekan depan berisiko tembus Rp17.150
Untuk perdagangan Senin (16/3/2026), Ibrahim memproyeksikan rupiah akan tetap fluktuatif dan melemah di kisaran Rp16.960 hingga Rp17.020 per dolar AS.
Secara keseluruhan, dalam satu minggu ke depan, mata uang Garuda diperkirakan akan bergerak dalam rentang lebar antara Rp16.850 hingga Rp17.150 per dolar AS.


















