Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)
Menurut Suahasil, pendapatan negara tersebut tumbuh 25,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Ia menilai capaian tersebut masih sesuai dengan jalur karena hingga September 2026 periode pelaksanaan APBN telah berjalan selama tiga perempat tahun.
Di sisi lain, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu APBN 2026. Belanja negara tersebut tumbuh 19 persen secara tahunan.
Suahasil menilai realisasi belanja negara masih relatif sesuai dengan target. Namun, penyerapan anggaran diperkirakan meningkat menjelang akhir tahun, terutama pada November dan Desember.
"Belanja negara sudah dibelanjakan Rp2.660,5 triliun. Ini adalah 69 persen. Relatively on track, tentu nanti akan ada percepatan belanja, terutama di bulan November dan di bulan Desember," katanya.