Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Di Forum IMF, Menkeu Tegaskan Kekuatan Fiskal dengan Bantalan Rp420 T
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor global di AS. (Dok/Istimewa).
  • Menkeu Purbaya menegaskan komitmen pemerintah menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan APBN di tengah ketidakpastian global saat bertemu IMF, Bank Dunia, dan lembaga pemeringkat internasional.
  • Lembaga keuangan global serta investor AS menunjukkan respons positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan tertarik pada instrumen investasi fixed income serta equity di pasar modal nasional.
  • Pemerintah menyoroti kekuatan fiskal dengan bantalan anggaran Rp420 triliun yang dinilai mampu menyerap tekanan eksternal, sementara Bank Dunia berminat memperdalam kerja sama pembangunan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Purbaya, Menteri Keuangan, pergi ke Amerika buat bilang ke orang-orang penting kalau uang negara Indonesia kuat dan aman. Dia ketemu orang dari IMF, Bank Dunia, dan banyak investor besar. Mereka senang dengar kabar itu dan mau kerja sama. Indonesia punya cadangan uang Rp420 triliun supaya ekonomi tetap kuat dan bisa tumbuh terus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan berbagai lembaga keuangan global mencerminkan meningkatnya kepercayaan internasional terhadap kekuatan ekonomi dan fiskal Indonesia. Respons positif dari IMF, Bank Dunia, serta investor besar menunjukkan pengakuan atas strategi pemerintah yang mampu menjaga pertumbuhan tanpa membebani APBN, didukung bantalan anggaran Rp420 triliun yang memperkuat stabilitas nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah ketidakpastian global.

Hal ini disampaikannya saat melakukan pertemuan dengan pimpinan lembaga keuangan global, antara lain Managing Director International Monetary Fund Kristalina Georgieva, World Bank, serta perwakilan lembaga pemeringkat seperti S&P Global Ratings di Washington DC, Amerika Serikat.

“Kami juga bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

1. Lembaga internasional antusias terhadap prospek ekonomi RI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan investor global di AS. (Dok/Istimewa).

Purbaya menjelaskan, pemerintah telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk dampaknya terhadap APBN dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, respons dari IMF, Bank Dunia, serta lembaga pemeringkat internasional tergolong positif, terutama terhadap kemampuan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan tanpa membebani fiskal.

“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia bisa tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” jelasnya.

2. Investor AS tertarik investasi di fix income dan equity

ilustrasi saham (unsplash.com/Jason Briscoe)

Terkait minat investasi, Purbaya menyebut investor global, khususnya dari AS, menunjukkan ketertarikan pada instrumen sektor keuangan, baik fixed income maupun equity.

“Sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” tambahnya.

3. Pamer punya bantalan anggaran Rp420 triliun

ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam pertemuan dengan IMF, Kristalina Georgieva menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan berlangsung, antara lain dipicu ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid serta bantalan anggaran yang memadai.

“IMF memang tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun dapat memberikan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global.

“Kami mampu menyerap shock yang terjadi. IMF melihat kondisi ekonomi Indonesia secara positif,” katanya.

4. Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia

Logo World Bank (www.worldbank.org)

Dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings, Purbaya juga memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

“Bank Dunia dan lembaga pemeringkat menyampaikan apresiasi atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan kini semakin berkurang,” tuturnya.

Ke depan, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, terutama dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.

Adapun sejumlah investor global yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Fidelity Investments, Goldman Sachs Asset Management, Eaton Vance, serta MFS Investment Management.

Editorial Team