Purbaya: Peringkat AAA Panda Bond Bukti Pengelolaan Fiskal Prudent

- Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar China meraih peringkat kredit tertinggi AAA, menandakan kepercayaan tinggi terhadap pengelolaan fiskal nasional.
- Ia menegaskan peringkat AAA tersebut menjadi bukti kebijakan fiskal Presiden Prabowo dijalankan secara hati-hati dan kredibel, meski proses book building masih berlangsung.
- Purbaya optimistis ekonomi Indonesia tetap solid dengan proyeksi pertumbuhan kuartal II 2026 di kisaran 5,4–5,5 persen serta potensi percepatan pada semester kedua tahun ini.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar China memperoleh peringkat kredit tertinggi, yakni AAA.
Menurutnya, peringkat tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap pengelolaan fiskal Indonesia.
1. Cerminkan kebijakan fiskal yang dijalankan Presiden Prabowo benar

Purbaya mengaku belum menerima laporan akhir hasil penerbitan Panda Bond karena proses book building masih berlangsung.
Meski demikian, ia menilai peringkat AAA yang diperoleh menjadi sinyal positif terhadap kredibilitas kebijakan fiskal pemerintah.
"Itu menunjukkan bahwa kebijakan Pak Prabowo menjalankan fiskal benar. Nggak seperti kata orang-orang bilang brutal segala macam. Enggak, memang prudent dan hati-hati dengan dampak yang cukup baik ke ekonomi," ujar Purbaya kepada wartawan di Kementerian Keuangan, Kamis (23/7/2026).
2. Peringkat panda bond bisa dipastikan AAA

Meski hasil akhir penerbitan belum diumumkan secara resmi, Purbaya memastikan Indonesia telah memperoleh peringkat AAA dalam penerbitan Panda Bond.
"Tapi yang jelas, peringkatnya AAA itu sudah enggak bohong. Anda bisa lihat di sana seperti itu, AAA. Bagus," kata Purbaya.
3. Pertumbuhan ekonomi kuartal II diprediksi 5,4-5,5 persen

Menurut dia, peringkat tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal pemerintah.
Selain itu, Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga sepanjang 2026.
Setelah ekonomi tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II berada di kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen.
Perekonomian diproyeksikan tumbuh lebih tinggi pada semester II 2026 seiring likuiditas di dalam negeri yang tetap terjaga.
"Yang saya tahu, semester kedua, kuartal ketiga, kuartal keempat akan tumbuh lebih cepat lagi. Karena cukup, kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi," ujar Purbaya.




















