KBI Dorong Ekspor Kopi Lewat SRG, Pengiriman Perdana Bernilai Rp4,09 M

- PT Kliring Berjangka Indonesia dan Bappebti melepas ekspor perdana kopi melalui Sistem Resi Gudang dari Bandung ke China dan Maroko senilai Rp4,09 miliar.
- Direktur Utama KBI menegaskan peran strategis SRG dalam meningkatkan daya saing komoditas nasional serta rencana memperkuat tata kelola dan digitalisasi layanan.
- Ekspor perdana mencakup 38,4 ton kopi Robusta dan Arabica, dengan rencana lanjutan pengiriman delapan kontainer tambahan ke China senilai sekitar 1,25 juta dolar AS.
Jakarta, IDN Times - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) mendampingi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melepas ekspor perdana komoditas kopi yang dikelola melalui Sistem Resi Gudang (SRG) dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.
Ekspor tersebut ditujukan ke China dan Maroko dengan total nilai mencapai 227.443,20 dolar AS atau senilai Rp4,09 miliar (kurs Rp18.000 per dolar AS).
1. Tunjukkan daya saing komoditas Indonesia di global

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan peran SRG yang semakin strategis dalam meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.
"Pelepasan ekspor ini membuktikan bahwa SRG tidak hanya menjadi instrumen pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha, tetapi juga mampu menjadi jembatan yang menghubungkan komoditas nasional dengan pasar internasional," ujar Budi dalam keterangan resminya.
2. KBI akan terus memperkuat tata kelola, mendorong digitalisasi layanan

Menurutnya, sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, KBI akan terus memperkuat tata kelola, mendorong digitalisasi layanan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin optimal dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
KBI merupakan BUMN pertama yang dipercaya menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG. Perseroan menilai keberhasilan ekspor kopi ini membuktikan bahwa komoditas yang disimpan melalui skema SRG mampu menjaga kualitas hingga memenuhi standar perdagangan internasional, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi petani, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan serta pasar ekspo
3. Volume ekspor mencapai 38,4 ton

Pada pengiriman perdana ini, volume ekspor mencapai 38,4 ton atau setara dua kontainer. Rinciannya, satu kontainer berisi 19,2 ton kopi Robusta Grade 2 senilai 71.040 dolar AS dikirim ke Maroko, sedangkan satu kontainer lainnya berisi 19,2 ton kopi Arabica Semi Wash senilai US$ 156.403,20 diekspor ke Tiongkok.
Sebagai tindak lanjut, pengelola Gudang SRG telah menjadwalkan pengiriman delapan kontainer kopi Arabica Semi Wash dengan total volume 153,6 ton dan nilai sekitar 1,25 juta dolar AS ke China. Seluruh komoditas tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung





















