Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dividen Danantara Tak Disetor ke Negara, Bakal Diputar untuk Investasi
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Dok. BP BUMN)
  • BPI Danantara memastikan dividen yang diterimanya tidak disetor ke kas negara, melainkan diputar kembali sebagai pendanaan investasi melalui DAM dan DIM.
  • COO Danantara Dony Oskaria menyebut APBN dan Danantara berfungsi saling melengkapi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, dengan peran fiskal dan pengelolaan investasi berbeda.
  • Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan APBN 2026 dan persiapan APBN 2027 tidak memasukkan dividen Danantara; kinerjanya dinilai dari dampak investasi, lapangan kerja, produksi, dan kolaborasi swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara memastikan dividen yang diterima lembaga tersebut tidak akan mengalir ke kas negara. Dana tersebut akan kembali diputar untuk investasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan, dividen yang diterima Danantara memang dirancang untuk diinvestasikan kembali. Pengelolaan investasi tersebut dilakukan melalui Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM).

“Kan memang, dividen Danantara itu untuk diinvestasi. Makanya ada DAM (Danantara Asset Management) dan DIM (Danantara Investment Management),” kata Dony saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

1. Tidak ada rencana tempatkan dividen ke kas negara

Danantara Indonesia (IDN Times/Aditya Pratama)

Dony menegaskan, tidak ada rencana untuk menempatkan dividen Danantara ke kas negara. Menurutnya, dana tersebut akan tetap dikelola dan dioptimalkan untuk mendukung investasi.

“Saya rasa memang enggak ada rencana itu karena kan Danantara itu menjadi sama. Antara APBN dan Danantara itu dua-duanya menjadi engine of growth,” ujarnya.

Dengan demikian, dividen yang menjadi bagian Danantara akan kembali digunakan sebagai sumber pendanaan investasi. Langkah ini sejalan dengan peran Danantara yang dibentuk sebagai lembaga pengelola investasi dan aset negara.

2. APBN dan Danantara memiliki fungsi yang saling melengkapi

Ilustrasi Danantara (Foto: IDN Times)

Dony menilai, APBN dan Danantara memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. APBN tetap menjalankan fungsi fiskal pemerintah, sementara Danantara mengoptimalkan aset dan modal yang dikelolanya untuk investasi.

“Jadi dua-duanya menjadi engine of growth,” kata Dony.

3. Tak ada dividen danatara diberikan untuk APBN

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sementara itu, Menteri Keuangan Nazara Suahasil memastikan dividen Danantara tak masuk ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), baik itu untuk tahun ini maupun tahun depan.

"Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara," kata Suahasil.

Menurutnya, dividen bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Danantara. Aktivitas investasi dan proyek yang dijalankan Danantara diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian dan masyarakat.

Pemerintah menilai kinerja Danantara nantinya perlu dilihat dari seberapa besar lembaga tersebut mampu mengoptimalkan aset yang dikelolanya untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produksi barang dan jasa, serta mendorong investasi swasta.

Danantara juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja melalui proyek-proyek investasinya. Selain itu, investasi yang dilakukan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi barang dan jasa sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta.

“Bagaimana Danantara yang bekerja lebih keras, Danantara yang bekerja dengan aset yang sedemikian besar, kemudian membantu menyelesaikan masalah-masalah di tengah masyarakat, menyerap tenaga kerja, membangun produksi barang dan jasa, mengconnect dengan investasi dari pihak swasta,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article