Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Danantara Investasi Rp4,48 Triliun di Perusahaan Energi AS

3 min read
Danantara Investasi Rp4,48 Triliun di Perusahaan Energi AS
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Danantara Investment Management menginvestasikan 250 juta dolar AS atau Rp4,48 triliun di HighPeak Energy, perusahaan minyak dan gas berbasis Texas yang beroperasi di Permian Basin.

  • Transaksi dilakukan lewat penerbitan saham preferen konvertibel bertahap, memberi Danantara akses ke aset minyak Permian Basin sekaligus mendukung penguatan modal dan fleksibilitas keuangan HighPeak.

  • DIM akan memperoleh perlindungan nilai, opsi konversi saham dan private placement, satu kursi direksi, serta program pelatihan dan penugasan bagi tenaga kerja Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Danantara Indonesia, melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), mengumumkan investasi strategis senilai 250 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp4,48 triliun (kurs Rp17.910 per dolar AS).

Investasi itu dilakukan pada HighPeak Energy, Inc. (HighPeak) (NASDAQ: HPK), perusahaan yang berbasis di Texas, Amerika Serikat, dan bergerak di bidang akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.

  1. 1. Dilakukan dengan pembelian saham preferen

    Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
    Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)

    Transaksi investasi DIM itu dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel (Convertible Preferred Stocks) dalam beberapa tahap. Investasi ini memberikan DIM akses strategis terhadap portofolio aset yang didominasi minyak di Permian Basin, wilayah penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.

    Melalui investasi itu, DIM memperluas portofolio energi Indonesia pada skala global, sejalan dengan misinya untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis bagi Indonesia. HighPeak akan menggunakan investasi tersebut untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan perusahaan, guna mendukung pengembangan dan pertumbuhan portofolio aset berkualitasnya secara berkelanjutan.

  2. 2. Danantara ungkap alasan investasi di perusahaan energi AS

    Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
    Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Roundtable di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan investasi itu sejalan dengan mandat Danantara untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia.

    Di sisi lain, Danantara melihat Permian Basin sebagai wilayah penghasil minyak mentah terbesar di AS, yang menyumbang sebesar 48 persen dari total produksi AS selama 2025, menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (U.S. Energy Information Administration).

    Sejak 2007, pertumbuhan produksi di wilayah tersebut didorong utamanya oleh penerapan teknik pengeboran horizontal dan rekahan hidrolik atau fracking (hydraulic fracturing). Apabila kondisi reservoir mendukung, teknik-teknik ini juga dapat diterapkan pada lapangan migas darat yang telah matang untuk meningkatkan produktivitas sumur dan perolehan migas, sehingga dapat menjadi model yang relevan bagi Indonesia dalam upayanya meningkatkan produksi minyak dan gas bumi domestik.

    "Posisi strategis HighPeak di salah satu pasar hulu minyak dan gas bumi paling maju di dunia menjadikannya peluang investasi yang potensial seiring dengan upaya kami membangun platform investasi yang terdiversifikasi secara global," ujar Pandu, dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/10/2026).

  3. 3. Danantara bakal dapat posisi Direksi di HighPeak Enery

    WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (1).jpeg
    Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

    Setelah transaksi diselesaikan, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja (secondment) bagi tenaga kerja Indonesia, untuk mendukung pengembangan kapabilitas dan pertukaran keahlian teknis.

    Berdasarkan ketentuan investasi, DIM akan memperoleh perlindungan terhadap penurunan nilai investasi, dengan kesempatan untuk memperoleh manfaat dari kenaikan nilai ekuitas di masa mendatang melalui konversi menjadi saham biasa serta memiliki opsi untuk berpartisipasi dalam penawaran saham HighPeak berikutnya melalui penempatan terbatas (private placement). DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.

    "Kami berharap kerja sama ini dapat memfasilitasi transfer pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor energi Indonesia, sekaligus memperkuat hubungan energi dan ekonomi yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Amerika Serikat," kata Pandu.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More