Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria memanggil Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) untuk membahas proyek LRT City yang mangkrak. (dok. BP BUMN)
Dony mengatakan, persoalan kedua ialah di masing-masing anak usaha hingga cucu usaha BUMN karya. Menurut dia, masing-masing BUMN karya punya anak usaha lebih dari 20 perusahaan, dan semuanya memiliki persoalan yang membuat restrukturisasi menjadi lebih lama.
“Jadi dengan begini sebetulnya bisa membayangkan seperti apa kita bekerja menyelesaikan satu per satu. Di masing-masing karya itu punya anak lagi kan, ada cucu. Semuanya bermasalah juga. Jadi kita mesti bereskan itu one by one, satu per satu. Inilah yang memakan waktu,” tutur Dony.
Dia bahkan menyinggung persoalan anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yaitu WIKA Realty. Kemudian juga proyek LRT City yang mangkrak, yang dibangun oleh PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).
“Dinamika di dalam menyelesaikan ini kan cukup rumit. Teman-teman juga tentu tahu ada yang LRT, nanti ada lagi yang WIKA Realty, ada ini segala macam,” ucap Dony.