Ekonomi AS Tumbuh 2,2 Persen di Kuartal II Berkat Belanja Konsumen

- Ekonomi AS tumbuh 2,2 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, direvisi naik dari 1,5 persen, tetapi melambat dibandingkan pertumbuhan 2,5 persen pada kuartal sebelumnya.
- Belanja konsumen naik 3,8 persen dan investasi bisnis nonperumahan tumbuh 9 persen, didorong pengeluaran modal terkait AI; ukuran ekonomi inti meningkat 4,6 persen.
- Impor melonjak 12,6 persen dan memangkas hampir 1,7 poin pertumbuhan PDB, sementara investasi perumahan naik 2,8 persen untuk pertama kalinya sejak akhir 2024.
Jakarta, IDN Times - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 2,2 persen pada kuartal II-2026, yakni periode April hingga Juni 2026. Departemen Perdagangan AS pada Rabu (30/9/2026) melaporkan bahwa angka pertumbuhan ini merupakan revisi naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,5 persen.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tersebut melambat jika dibandingkan dengan kuartal I pada periode Januari hingga Maret yang mencapai 2,5 persen. Ekspansi ekonomi kuartal II ditopang oleh penguatan belanja konsumen dan investasi bisnis, kendati tertahan oleh peningkatan impor.
Table of Content
1. Kenaikan belanja konsumen dan investasi bisnis terkait AI

ilustrasi belanja di supermarket (pexels.com/Anna Shvets) Belanja konsumen yang mencakup sekitar 70 persen dari seluruh aktivitas perekonomian AS mengalami kenaikan yang kuat. Pengeluaran konsumen tumbuh pada laju tahunan 3,8 persen sepanjang periode April hingga Juni. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan kuartal I yang hanya berada di level 0,7 persen.
Investasi bisnis di luar sektor perumahan juga meningkat 9 persen secara tahunan pada kuartal II. Peningkatan tersebut mencerminkan kelanjutan pengeluaran modal yang terhubung dengan ledakan investasi akal imitassi atau artificial intelligence (AI). Ukuran kekuatan ekonomi inti yang mengecualikan pos pengeluaran pemerintah dan perdagangan tercatat tumbuh 4,6 persen, naik tajam dari 1,8 persen pada kuartal I.
2. Lonjakan impor memangkas pertumbuhan PDB

ilustrasi pesawat kargo (unsplash.com/Patrick Campanale) Dilansir Economic Times. angka pertumbuhan ekonomi AS secara keseluruhan tertahan oleh kenaikan volume barang impor. Berdasarkan data Departemen Perdagangan AS, impor melonjak dengan laju tahunan 12,6 persen sepanjang April hingga Juni. Peningkatan ini sebagian didorong oleh naiknya pengiriman cip komputer dan berbagai produk lain penunjang investasi AI.
Lonjakan barang impor tersebut memangkas hampir 1,7 poin persentase dari pertumbuhan ekonomi kuartal II. Angka impor menjadi faktor pengurang dalam kalkulasi PDB karena indikator tersebut secara prinsip hanya menghitung produksi dalam negeri.
3. Sektor perumahan meningkat dan ketahanan ekonomi hadapi konflik

ilustrasi perumahan (unsplash.com/Point3D Commercial Imaging Ltd.) Investasi di sektor perumahan mencatatkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 2,8 persen pada kuartal kedua. Capaian ini menjadi kenaikan pertama yang dibukukan oleh sektor perumahan sejak akhir 2024. Pasar perumahan AS sendiri masih tertekan oleh tingginya tingkat suku bunga kredit pemilikan rumah.
Perekonomian AS terbukti tetap tangguh menghadapi konflik bersenjata dengan Iran serta lonjakan harga energi yang dipicunya, menurut laporan Associated Press. Laporan pada Rabu (30/9) ini merupakan estimasi terakhir dari tiga kali pembacaan data kuartal kedua oleh Departemen Perdagangan AS. Perkiraan awal pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga dijadwalkan rilis pada 29 Oktober 2026.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















