Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ekspektasi Suku Bunga AS Naik, Rupiah Terperosok Pagi Ini

2 min read
Ekspektasi Suku Bunga AS Naik, Rupiah Terperosok Pagi Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah ke level Rp17.872 per dolar AS pada awal perdagangan Kamis.

  • Penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak menambah tekanan terhadap rupiah.

  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (24/9/2026). Saat pasar dibuka pagi ini, rupiah berada di level Rp17.865 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.04 WIB, rupiah sudah melemah 54 poin atau 0,30 persen ke level Rp17.872 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp17.818 per dolar AS.

  1. 1. Dolar AS menguat karena ekspektasi suku bunga The Fed

    Pengamat pasar uang Lukman Leong memperkirakan penguatan dolar AS dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat. Alhasil, rupiah masih akan tertekan.

    "Rupiah diperkirakan dibuka melemah seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat," kata dia.

    Suku bunga AS yang lebih tinggi biasanya membuat aset dalam dolar lebih menarik bagi investor. Kondisi tersebut dapat mendorong dana keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

  2. 2. Harga minyak naik di tengah ketidakpastian perundingan Iran

    Tekanan terhadap rupiah juga datang dari kondisi geopolitik global. Harga minyak mentah dunia kembali naik setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian.

    "Harga minyak kembali melonjak setelah Iran meragukan kemajuan dalam perundingan perdamaian

    Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan biaya impor energi Indonesia. Jika impor energi membesar, defisit transaksi berjalan juga berpotensi melebar. Kondisi tersebut bisa menambah tekanan terhadap rupiah.

  3. 3. Rupiah diproyeksi bergerak ke arah Rp17.950

    Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.950 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

    Pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp17.859-Rp17.877 per dolar AS. Sementara itu, sejak awal tahun (year-to-date/ytd), rupiah tercatat melemah 7,15 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak di rentang Rp16.515-Rp18.209 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More