Rupiah Menguat ke Rp17.818 per Dolar AS usai BI Tahan BI Rate

Rupiah ditutup di Rp17.818 per dolar AS pada Rabu sore, setelah Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Menurut analis Lukman Leong, penguatan rupiah didorong intervensi BI dan pelepasan posisi dolar AS setelah hasil RDG BI sesuai ekspektasi pasar.
Minimnya data ekonomi membuat investor memantau perundingan AS-Iran serta pertemuan Trump-Xi; rupiah berikutnya diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (23/9/2026) sore. Rupiah parkir di level 17.818 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini sejalan dengan langkah Bank Indonesia menahan suku bunga acuan pada level 5,75 persen.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat melemah 66 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Mata uang di Asia bergerak melemah
Mayoritas mata uang di Asia bergerak melemah, rinciannya:
Bath Thailand melemah 0,12 persen
Yuan China melemah 0,01 persen
Rupee India melemah 0,13 persen
Won Korea melemah 14,21 persen
Yen Jepang melemah 0,40 persen
2. Penguatan rupiah lebih banyak dipengaruhi intervensi Bank Indonesia
Analis Pasar Uang Lukman Leong mengatakan, penguatan ini terjadi setelah rupiah melemah dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Ia menilai penguatan rupiah lebih banyak dipengaruhi intervensi Bank Indonesia (BI) dan aksi pelepasan posisi dolar AS setelah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI tidak memberikan kejutan bagi pasar.
"Rupiah ditutup di level Rp17.818 per dolar, rebound tajam setelah beberapa sesi melemah, meski hasil RDG BI relatif sesuai ekspektasi," ujar Lukman.
3. Faktor pendorong rupiah menguat sore ini
Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan aksi buy the rumor, sell the fact. Investor sebelumnya telah mengantisipasi hasil RDG BI sehingga setelah keputusan diumumkan, sebagian pelaku pasar melakukan unwinding posisi dolar AS.
Penguatan rupiah juga terjadi setelah sehari sebelumnya rupiah ditutup melemah 37 poin atau 0,21 persen ke level Rp17.884 per dolar AS.
Lukman menambahkan, minimnya data ekonomi penting dalam sepekan ke depan membuat perhatian investor beralih ke perkembangan geopolitik, khususnya hasil perundingan Amerika Serikat (AS)-Iran dan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.
"Tanpa adanya data ekonomi penting sepekan ini, perhatian investor tertuju pada hasil perundingan AS-Iran dan pertemuan Xi-Trump," katanya.
Untuk perdagangan selanjutnya, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.750-Rp17.850 per dolar AS.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















