Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Emas Perhiasan Kerek Inflasi Februari 2026, BPS Ungkap Datanya
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono. (IDN Times/Triyan P).
  • BPS mencatat inflasi Februari 2026 mencapai 0,68 persen mtm dan 4,76 persen yoy, dipicu kenaikan harga emas perhiasan yang terus berlanjut di pasar global.
  • Emas perhiasan alami inflasi bulanan 8,42 persen dengan andil 0,19 persen terhadap inflasi umum, menjadi penyumbang terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.
  • Impor logam mulia dan perhiasan dari Australia melonjak 634,30 persen secara tahunan dengan pangsa 47,54 persen, sejalan meningkatnya permintaan emas di dalam negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pada Februari 2026.

Tren kenaikan harga emas dunia yang berlanjut mendorong inflasi Februari 2026 mencapai 0,68 persen secara bulanan (month to month/mtm), dan 4,76 persen secara tahunan (year on year/yoy).

1. Emas perhiasan alami inflasi 8,42 persen

ilustrasi emas perhiasan (freepik.com/freepik

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, emas perhiasan mengalami inflasi 8,42 persen secara bulanan dan memberikan andil inflasi sebesar 0,19 persen pada Februari 2026.

“Komoditas emas perhiasan telah mengalami inflasi secara bulanan selama 30 bulan berturut-turut sejak September 2023 ” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

2. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya alami inflasi 2,55 persen

ilustrasi emas perhiasan mewah (pexels.com/Pham Ngoc Anh)

BPS mencatat emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

"Pada Februari 2026, kelompok tersebut mengalami inflasi 2,55 persen dengan andil terhadap inflasi umum sebesar 0,19 persen," ucapnya.

Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi emas sudah lebih tinggi dibandingkan Februari 2025 yang sebesar 5,53 persen. Sementara itu, andil emas terhadap inflasi sebesar 0,19 persen juga meningkat signifikan dari periode Februari 2025 yang sebesar 0,08 persen.

3. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya catat inflasi tahunan 16,66 persen

Ilustrasi emas perhiasan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya pada Februari 2026 mencatat inflasi tahunan sebesar 16,66 persen, dengan kenaikan indeks dari 115,37 pada Februari 2025 menjadi 134,59 pada Februari 2026.

Inflasi tahunan tertinggi terjadi pada subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 46,92 persen, sedangkan terendah pada subkelompok perlindungan sosial sebesar 0,84 persen. Kelompok ini memberikan andil terhadap inflasi tahunan sebesar 1,12 persen.

"Inflasi tahunan kelompok ini didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan yang konsisten terjadi sejak Februari 2022," ujarnya.

3. Indonesia banyak impor emas dan perhiasan ke Australia

Ilustrasi impor. (Dok. Kemenkeu)

Lebih lanjut, data BPS menunjukkan lonjakan harga dan permintaan emas sejalan dengan data peningkatan impor logam mulia dan perhiasan/permata. Impor terbesar berasal dari Australia dengan pangsa 47,54 persen dan tumbuh 634,30 persen secara tahunan.

“Impor nonmigas dari Australia tercatat sebesar 1,07 miliar dolar AS terutama didominasi logam mulia dan perhiasan/permata. Perhiasan atau logam mulia banyak diimpor dari Australia dengan share 47,54 persen atau tumbuh 634,30 persen secara tahunan,” tutur Ateng.

Editorial Team