Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Penyebab Kegagalan dalam Menyusun Studi Kelayakan Bisnis

6 Penyebab Kegagalan dalam Menyusun Studi Kelayakan Bisnis
Illustrasi sedang berpikir (pixabay.com/StartupStockPhotos)
Intinya sih...
  • Data dan Informasi tidak lengkap: Kekurangan data dan informasi dapat menyebabkan kesalahan dalam penilaian studi kelayakan bisnis.
  • Ketidaktelitian tim studi kelayakan bisnis: Tim yang tidak teliti dapat berdampak pada hasil studi kelayakan bisnis.
  • Perhitungan yang salah: Kesalahan perhitungan dapat merugikan hasil studi kelayakan bisnis.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pelaku usaha yang melakukan studi kelayakan bisnis belum tentu usahanya akan berhasil dengan sempurna. Usaha tersebut dapat mengalami kegagalan, baik internal maupun eksternal. Kegagalan ini dapat disebabkan oleh berbagai kesalahan, mulai dari perhitungan hingga faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan akibat situasi dan kondisi yang tidak stabil. Hal ini tentunya akan menimbulkan risiko kerugian bagi pelaku usaha.

Akan tetapi, dengan melakukan studi kelayakan bisnis dapat memprediksi risiko yang timbul dalam melakukan usaha. Secara umum, faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan tersebut adalah sebagai berikut.

Table of Content

1. Data dan Informasi tidak lengkap

1. Data dan Informasi tidak lengkap

Illustrasi pria sedang menulis (pixabay.com/StartupStockPhotos)
Illustrasi pria sedang menulis (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Apabila pelaku bisnis tidak mendapatkan data, informasi yang kurang lengkap, dan data yang disediakan tidak dapat dipercaya atau palsu, hal ini dapat menimbulkan kesalahan dalam dalam melakukan penilaian studi kelayakan bisnis.

Oleh karena itu, sebelum melakukan studi sebaiknya mengumpulkan data dan informasi sebaik mungkin melalui berbagai sumber yang ada, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenaran datanya.

2. Ketidaktelitian tim studi kelayakan bisnis

Illustrasi tim sedang berdiskusi (pixabay.com/StartupStockPhotos)
Illustrasi tim sedang berdiskusi (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Pelaku bisnis harus memiliki tim yang berkualifikasi kompeten atau mencari tenaga kerja yang ahli di bidangnya. Tujuannya agar bisa teliti dalam menangani dokumen-dokumen saat melakukan studi kelayakan bisnis.

Faktor ketelitian pun menjadi unsur yang sangat penting. Hal ini disebabkan bahwa kecerobohan sekecil apa pun dapat berpengaruh terhadap hasil studi kelayakan bisnis.

3. Perhitungan yang salah

Illustrasi wanita sedang menulis (pixabay.com/StartupStockPhotos)
Illustrasi wanita sedang menulis (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Perhitungan yang salah dapat menyebabkan kegagalan studi kelayakan bisnis. Hal ini berdampak pada keputusan yang dapat merugikan studi kelayakan bisnis, misalnya, penggunaan rumus atau cara menghitung yang salah sehingga hasil yang dikeluarkan tidak akurat.

Oleh karena itu, pelaku bisnis harus menyediakan tenaga ahli yang andal dan kompeten di bidangnya. Terutama apabila pelaku bisnis tersebut masih kali pertama terjun ke dalam bidang usaha.

4. Pelaksanaan pekerjaan salah

Illustrasi pria sedang berpikir (pixabay.com/StartupStockPhotos)
Illustrasi pria sedang berpikir (pixabay.com/StartupStockPhotos)

Setelah rencana matang di meja rapat, pelaksanaan studi di lapangan juga menjadi faktor yang penting. Fakta di lapangan menunjukkan kondisi-kondisi real dari potensi dan ancaman dari suatu bisnis. 

Jika dalam tahap ini pelaku bisnis tidak jeli, maka sangat mungkin bisnis yang akan berjalan ke depannya tidak optimal. 

5. Kondisi lingkungan

Illustrasi pria sedang merenung (pixabay.com/uygargunday)
Illustrasi pria sedang merenung (pixabay.com/uygargunday)

Apabila faktor lingkungan internal dan eksternal tidak dapat dikendalikan secara penuh, maka akan mengalami kesulitan dalam memprediksi keungkinan-kemungkinan yang akan terjadi, serta pengaruhnya terhadap studi kelayakan bisnis.

Hal ini berarti bahwa walaupun telah dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan lingkungan tersebut, tetap bisa saja terjadi perubahan lingkungan. Perubahan lingkungan ini akan berdampak kepada hasil studi kelayakan bisnis. Perubahan lingkungan ini terutama lingkungan eksternal yang menyangkut perubahan ekonomi, politik, hukum, sosial, perilaku masyarakat, bahkan bencana alam sekalipun.

6. Faktor kesengajaan

Illustrasi wanita sedang stress (pixabay.com/1388843)
Illustrasi wanita sedang stress (pixabay.com/1388843)

Faktor kesengajaan menjadi faktor yang sangat fatal dalam studi kelayakan bisnis. Hal ini berarti peneliti dengan sengaja membuat kesalahan yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya, salah satunya adalah perbuatan tercela dari para pelaksanan di lapangan sehingga menyebabkan kegagalan usaha.

Dengan demikian, pelaku bisnis dalam melakukan studi kelayakan bisnis harus memperhatikan hal-hal yang ada di atas. Semoga dengan memahami hal-hal tersebut pelaku bisnis bisa menjalankan bisnisnya dengan lancar.

FAQ seputar Penyebab Kegagalan dalam Menyusun Studi Kelayakan Bisnis

Apa itu studi kelayakan bisnis dan kenapa penting?

Studi kelayakan bisnis adalah analisis menyeluruh untuk menilai apakah suatu ide usaha layak secara pasar, teknis, finansial, dan operasional. Ini penting karena membantu mengurangi risiko kegagalan usaha sebelum modal besar dikeluarkan.

Apa kesalahan paling umum dalam menyusun studi kelayakan bisnis?

Kesalahan paling umum adalah tidak melakukan riset pasar yang akurat, mengabaikan analisis risiko, perkiraan finansial yang tidak realistis, serta mengabaikan faktor eksternal seperti kompetitor dan tren industri.

Bagaimana dampak jika studi kelayakan dibuat asal-asalan?

Dampaknya bisa fatal: terlalu optimis tentang pendapatan, salah perhitungan biaya modal, strategi harga yang tidak kompetitif, hingga keputusan investasi yang salah yang pada akhirnya bisa membuat usaha merugi atau gulung tikar.

Bagaimana cara menyusun studi kelayakan yang benar?

Mulailah dengan riset pasar yang lengkap, buat proyeksi keuangan realistis, identifikasi risiko dan peluang, evaluasi kebutuhan sumber daya, serta bandingkan dengan bisnis sejenis agar kesimpulan yang diambil lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Apakah studi kelayakan hanya perlu untuk usaha besar?

Tidak. Studi kelayakan diperlukan untuk semua jenis usaha, baik kecil, menengah, maupun besar. Ini karena analisis kelayakan membantu semua pelaku usaha menjalankan bisnis dengan perencanaan yang matang dan risiko yang terukur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mahdi Ghufron Hidayat
EditorMahdi Ghufron Hidayat
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Kesalahan Pebisnis Pemula yang Membuat Bisnisnya Hancur

08 Feb 2026, 21:00 WIBBusiness