Pendapatan Anjlok, Pilot American Airlines Desak CEO Perbaiki Kinerja

- Pendapatan American Airlines kalah jauh dari maskapai kompetitor
- CEO Robert Isom optimistis kinerja American Airlines membaik pada 2026
Jakarta, IDN Times - Aliansi Pilot American Airlines mendesak CEO maskapai, Robert Isom, untuk memperbaiki kinerjanya dalam memimpin perusahaan. Para pilot dan pramugari menilai Isom gagal membuat American Airlines bisa bersaing dengan maskapai lainnya di Amerika Serikat (AS).
Menurut mereka, hal ini membuat American Airlines tertinggal dari para pesaingnya. Imbasnya, orang-orang jadi beralih menggunakan layanan maskapai kompetitor sehingga pendapatan American Airlines terus menurun tiap tahun.
“Maskapai kami berada di jalur kinerja yang buruk dan gagal mendefinisikan identitas atau strategi untuk memperbaiki arah. Para pemimpin harus mampu dan berwenang untuk menertibkan keadaan,” bunyi pernyataan resmi Dewan Direksi Aliansi Pilot American Airlines yang dirilis pada Jumat (7/2/2026) malam waktu setempat, seperti dilansir CNBC.
1. Robert Isom menerima kritik dari para pegawai

Isom sebagai CEO American Airlines dengan sigap menanggapi kritikan yang disampaikan pegawainya. Isom setuju dengan pendapat para pilot dan pramugari soal keadaan perusahaan.
Bahkan, ia juga mengajak para pilot, pramugari, dan pegawai American Airlines lainnya untuk bertemu dengannya. Ini dilakukan untuk mencari solusi bersama agar bisa memenuhi ekspektasi semua pihak.
“Dewan Direksi dan aku sejalan dengan Anda dalam keinginan untuk menjadikan American Airlines sebagai maskapai penerbangan terkuat dalam segala hal,” jawab Isom dalam pernyataannya yang dirilis, Sabtu (8/2).
2. Pendapatan American Airlines kalah jauh dari maskapai kompetitor

Pendapatan American Airlines memang cenderung menurun tiap tahun. Pada 2025 saja, maskapai tersebut hanya bisa mengumpulkan pendapatan 111 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,8 triliun. Jumlah tersebut sangat jauh dari pendapatan maskapai kompetitor, seperti Delta Airlines dan United Airlines.
Tahun lalu, Delta Airlines memperoleh pendapatan sebesar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp84,2 triliun. Sementara itu, United Airlines memperoleh pendapatan sekitar 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp55,6 triliun.
“Aku tahu bahwa pembagian keuntungan tahun ini sangat sedikit, jumlah pembagian keuntungannya sangat kecil. Sekali lagi, ketika Anda mencapai titik impas, itulah jenis pembagian keuntungan yang Anda dapatkan. Aku kecewa dengan hal itu,” ujar Robert Isom kepada para pegawai usai merilis hasil pendapatan tahun 2025 pada 27 Januari 2026 lalu.
3. Robert Isom optimistis kinerja American Airlines membaik pada 2026

Meski sedang dilanda krisis, Robert Isom yakin kinerja American Airlines bisa jauh lebih baik pada 2026. Ia berjanji akan memperbaiki semua kesalahan yang ada, termasuk strategi bisnis, sampai American Airlines berhasil mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.
Langkah ini, kata dia, juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan konsumen agar terus menggunakan layanan American Airlines sampai kapan pun.
“Kami telah berdiskusi sebagai tim kepemimpinan senior tentang bagaimana kami tidak boleh melewatkan kesempatan apa pun dan bagaimana kami perlu bertanggung jawab atas diri kami sendiri,” kata Isom.
“Ini dimulai dari kita di puncak. Namun, ini semua tentang kita yang hadir di sini hari ini dan bagaimana Anda memimpin tim Anda. Tahun 2026 tidak hanya boleh terasa berbeda. Tahun ini kita harus benar-benar berbeda,” tuturnya.

















