BUMN Perhutani Masih Lanjutkan Penanganan Pascabencana Sumatra

- Bantuan berupa madu dan minyak kayu putih disalurkan untuk mendukung pemulihan kesehatan warga terdampak banjir.
- Wilayah prioritas penyaluran bantuan adalah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah dengan jumlah bantuan yang disesuaikan dengan tingkat dampak dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
- Pemulihan pascabencana masih menghadapi tantangan, termasuk pemulihan kesehatan, kondisi lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Jakarta, IDN Times - Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara masih menyisakan pekerjaan rumah dalam tahap pemulihan. Setelah fase tanggap darurat, berbagai pihak masih terlibat dalam upaya membantu masyarakat terdampak kembali beraktivitas, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Perum Perhutani menjadi salah satu BUMN yang menyalurkan bantuan pascabencana di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan disalurkan dengan melibatkan pemerintah daerah setempat agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Berikut perkembangan penanganan pascabencana banjir di Sumatra Utara.
1. Bantuan difokuskan untuk mendukung pemulihan kesehatan warga

Perhutani menyalurkan bantuan berupa madu dan minyak kayu putih kepada masyarakat terdampak banjir. Produk tersebut dinilai relevan untuk mendukung kesehatan warga di masa pemulihan, terutama setelah bencana berdampak pada kondisi lingkungan dan aktivitas sehari-hari.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perum Perhutani, Natalas Anis Harjanto menyebut, bantuan tersebut sebagai bagian dari kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terdampak.
“Perhutani turut merasakan duka yang dialami masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban warga, terutama melalui pemanfaatan produk yang dapat membantu kebutuhan kesehatan sehari-hari,” ujar Natalas dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (8/2/2026).
Penyaluran bantuan dilakukan melalui pemerintah daerah untuk memastikan distribusi menjangkau warga terdampak secara lebih merata.
2. Sibolga dan Tapanuli Tengah jadi wilayah prioritas penyaluran

Untuk Kota Sibolga, Perhutani menyalurkan 50 dus minyak kayu putih dengan total 5.000 botol, serta 40 dus madu yang terdiri dari madu klengkeng, madu bunga liar, dan madu randu dengan total 480 botol. Bantuan disalurkan melalui Pemerintah Kota Sibolga.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah menerima bantuan dalam jumlah lebih besar, yakni 200 dus minyak kayu putih dengan total 20.000 botol dan 156 dus madu dengan total 1.872 botol. Seluruh bantuan didistribusikan melalui Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk menjangkau masyarakat terdampak banjir.
Perbedaan jumlah bantuan disesuaikan dengan tingkat dampak dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
3. Pemulihan pascabencana masih menjadi tantangan

Meski bantuan mulai disalurkan, proses pemulihan pascabencana banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah disebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Warga terdampak masih membutuhkan dukungan, terutama untuk pemulihan kesehatan, kondisi lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan dasar setelah banjir surut.
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menyampaikan, masyarakat masih berada dalam fase pemulihan dan belum sepenuhnya kembali ke kondisi normal.
“Pascabencana, masyarakat masih beradaptasi dan membutuhkan dukungan agar bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Masinton.
Sementara itu, Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik mengatakan, koordinasi dengan berbagai pihak masih dilakukan untuk memastikan bantuan yang masuk dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan warga.
“Kami masih menyesuaikan penyaluran bantuan dengan kondisi di lapangan agar benar-benar membantu masyarakat terdampak,” ucap Akhmad.
Keterlibatan BUMN melalui program TJSL menjadi salah satu upaya yang masih berjalan dalam mendukung pemulihan di wilayah terdampak banjir Sumatra Utara.

















