Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

5 Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham
ilustrasi saham (unsplash.com/Jason Briscoe)
Intinya Sih

  • Harga saham bergerak dinamis karena dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan dan kondisi makroekonomi, sehingga pemahaman mendalam penting bagi investor muda untuk mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

  • Kondisi fundamental perusahaan, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta kebijakan pemerintah menjadi faktor utama yang menentukan naik turunnya harga saham di pasar modal.

  • Selain itu, kepanikan investor dan praktik manipulasi pasar juga dapat memicu perubahan harga saham secara cepat melalui aksi jual massal atau penyebaran rumor tertentu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga saham sering kali menjadi topik yang menarik sekaligus membingungkan bagi banyak investor, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman. Harga saham tidak stagnan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor yang datang dari dalam perusahaan maupun kondisi makroekonomi secara umum.

Memahami faktor-faktor tersebut penting agar investor bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan terukur.Oleh karena itu, investor muda, terutama generasi milenial, perlu memahami seluk beluk dunia saham. Salah satunya adalah faktor-faktor yang memengaruhi harga saham.

Harga saham sendiri dapat naik dan turun secara tak terduga, dan itu merupakan sebuah kondisi lazim dalam dunia pasar modal. Sederhananya, harga saham akan naik jika ada peningkatan permintaan dan akan turun jika permintaan menurun. Tak heran jika kemudian saham menjadi jenis investasi dengan risiko tinggi mengingat banyak hal yang dapat memengaruhinya.

Kendati begitu, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi naik turunnya harga saham tersebut. Berikut ulasannya.

Table of Content

1. Kondisi fundamental perusahaan

1. Kondisi fundamental perusahaan

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Faktor pertama yang dapat memengaruhi harga saham adalah kondisi fundamental perusahaan.

Kondisi fundamental perusahaan dapat dilihat melalui beragam aksi perusahaan seperti akuisisi, merger, maupun divestasi.

Kondisi fundamental ini juga bisa kamu lihat melalui laporan keuangan perusahaan. Semakin baik laporan keuangan perusahaan, maka permintaan akan saham tersebut semakin meningkat.

Begitupun sebaliknya, jika laporan keuangannya buruk maka permintaan terhadap saham perusahaan tersebut juga akan menurun.

Dengan kata lain, perusahaan dengan fundamental baik maka harga sahamnya akan meroket, sedangkan perusahaan dengan fundamentla buruk maka harga sahamnya bakal anjlok.

2. Fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang asing

Ilustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Kurs Rupiah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kuat dan lemahnya nilai tukar atau kurs rupiah terhadap mata uang asing juga bisa menjadi penyebab naik turunnya harga saham.

Hal tersebut bisa memberikan konsekuensi positif maupun negatif bagi perusahaan-perusahaan tertentu, khususnya yang memiliki beban utang mata uang asing.

Saham perusahaan yang memiliki beban mata uang asing akan sangat berdampak atas pelemahan kurs rupiah. Hal itu lantaran membuat biaya operasional melonjak dan secara otomatis mengakibatkan turunnya harga saham yang ditawarkan.

Lemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS juga kerap membuat harga-harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah.

3. Kebijakan pemerintah

Ilustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi ekspor impor (IDN Times/Arief Rahmat)

Faktor berikutnya yang dapat membuat harga saham naik turun adalah kebijakan pemerintah.

Kebijakan pemerintah baik yang sudah terealisasi maupun masih wacana dapat memengaruhi harga saham.

Beberapa contoh kebijakan yang dapat menimbulkan volatilitas harga saham adalah ekspor dan impor, perseroan, utang, penanaman modal asing (PMA), dan sebagainya.

4. Kepanikan

Karyawan memantau pergerakan harga saham (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Karyawan memantau pergerakan harga saham (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Kepanikan di salah satu bursa atau saham dapat dipicu dari berita-berita tertentu yang beredar di tengah masyarakat.

Kepanikan itu kemudian dapat membuat investor menjual sahamnya. Hal ini dikenal dengan fenomena panic selling yang berarti investor akan menjual sahamnya yang merah dalam kondisi apapun sebelum harganya lebih jatuh lagi.

Tindakan tersebut lebih dipicu oleh emosi dan ketakutan, bukan sebuah analisis yang rasional.

Maka dari itu, kamu sebaiknya tidak menjual saham ketika dalam kondisi panik. Kamu bisa menganalisis saham yang hendak kamu jual tersebut melalui fundamentalnya apakah masih bisa dipertahankan atau memang harus dijual.

5. Manipulasi pasar

ilustrasi pasar saham (freepik.com/frimufilms)
ilustrasi pasar saham (freepik.com/frimufilms)

Pemicu naik turunnya harga saham juga bisa disebabkan oleh manipulasi pasar. Manipulasi pasar biasanya dilakukan oleh investor-investor berpengalaman dan bermodal.

Caranya dengan memanfaatkan media massa guna memanipulasi kondisi tertentu demi tujuan mereka baik untuk meningkatkan maupun menurunkan harga saham.

Dalam dunia pasar modal, hal tersebut dikenal dengan istilah rumor. Namun, rumor ini kerap tidak bertahan lama dan hanya berlangsung sesaat saja.

FAQ seputar Faktor yang Mempengaruhi Naik Turunnya Harga Saham

Apa faktor utama yang memengaruhi naik turunnya harga saham?

Faktor utama termasuk kinerja fundamental perusahaan, sentimen pasar, kondisi ekonomi global, perubahan suku bunga, dan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi permintaan serta penawaran saham secara keseluruhan.

Bagaimana kinerja perusahaan memengaruhi harga saham?

Jika perusahaan mencatatkan laba yang tinggi, pertumbuhan pendapatan yang sehat, dan prospek bisnis positif, harga sahamnya cenderung naik karena investor tertarik membeli saham tersebut.

Apa peran sentimen pasar terhadap harga saham?

Sentimen pasar mencerminkan persepsi investor terhadap kondisi saat ini atau masa depan; berita positif bisa memicu harga saham naik, sedangkan berita negatif bisa membuat harga turun karena kekhawatiran investor.

Apakah kondisi ekonomi global berpengaruh besar pada harga saham?

Ya, kondisi ekonomi global seperti krisis, inflasi, atau perang dagang dapat memengaruhi harga saham karena investor menilai risiko investasi lebih tinggi atau lebih rendah berdasarkan kondisi tersebut.

Bagaimana kebijakan suku bunga memengaruhi harga saham?

Kebijakan suku bunga yang ditetapkan bank sentral memengaruhi biaya modal dan daya beli masyarakat, sehingga suku bunga tinggi cenderung menekan harga saham karena biaya pinjaman naik dan investasi saham menjadi kurang menarik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jumawan Syahrudin
Dwi Agustiar
Jumawan Syahrudin
EditorJumawan Syahrudin
Follow Us

Latest in Business

See More