ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Bagi pemerintah, Fitch menilai konsultasi MSCI menambah risiko yang telah tercermin dalam prospek peringkat utang Indonesia yang negatif.
Meski demikian, perubahan klasifikasi pasar modal tersebut diperkirakan tidak langsung menimbulkan dampak material terhadap profil kredit pemerintah.
Indonesia masih memiliki penyangga berupa cadangan devisa yang cukup besar, yakni 146 miliar dolar AS pada akhir September 2026. Selain itu, pemerintah dan otoritas moneter memiliki sejumlah instrumen kebijakan untuk menarik modal asing.
Meski begitu, Fitch menyoroti peningkatan kewajiban jangka pendek BI.
"Posisi kewajiban valas bersih jangka pendek BI tercatat meningkat dua kali lipat dalam setahun menjadi 32 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026," ucapnya.
Menurut Fitch, penurunan cadangan devisa secara tajam dan berkelanjutan akibat melemahnya kepercayaan investor atau meningkatnya kekhawatiran terhadap tata kelola dapat menambah tekanan terhadap profil kredit pemerintah.
Di sektor perbankan, Fitch menilai bank-bank yang diperingkatnya memiliki ketergantungan langsung yang relatif rendah terhadap pendanaan dari pasar saham.
Rasio permodalan perbankan umumnya masih tinggi dan hanya sedikit bank yang baru-baru ini melakukan penambahan modal melalui penerbitan saham.
Ruang margin bunga bersih atau net interest margin juga dinilai dapat membantu perbankan menyerap kenaikan biaya pendanaan.
Namun, tekanan kredit dapat meningkat jika arus keluar modal asing yang berkelanjutan memperketat kondisi moneter dan likuiditas secara signifikan.
"Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kesulitan debitur dalam melakukan pembiayaan kembali utang, sekaligus memperburuk kualitas aset dan profitabilitas bank," ujarnya.