Harga diesel di Amerika Serikat (AS) melonjak hingga sekitar 6,50 dolar AS per galon. Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena diesel digunakan secara luas untuk kendaraan angkutan, mesin pertanian, konstruksi, hingga berbagai aktivitas industri. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya operasional dan memberi tekanan tambahan terhadap harga barang.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kemudian mengambil langkah untuk memperluas akses terhadap dyed diesel yang selama ini digunakan terutama untuk kendaraan dan peralatan yang tidak beroperasi di jalan raya. Pemerintah juga berencana menunda pungutan pajak federal untuk penggunaan bahan bakar tersebut hingga akhir 2026. Lantas, mengapa harga diesel bisa melonjak dan apa dampak kebijakan baru tersebut?
