Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Konflik Diesel AS-Uni Eropa Memuncak di Tengah Lonjakan Harga Global

4 min read
Konflik Diesel AS-Uni Eropa Memuncak di Tengah Lonjakan Harga Global
ilustrasi SPBU (pexels.com/Mustafa Kurt)
  • AS mengancam membatasi ekspor diesel jika Eropa tidak melepas stok darurat, namun Uni Eropa menolak karena dinilai merusak kepercayaan dan merugikan kedua pihak.

  • Harga diesel melonjak akibat perang Iran, penutupan Selat Hormuz, larangan ekspor Rusia, serta serangan kilang; AS dan Inggris mencatat kenaikan tajam di tingkat konsumen.

  • Macron menyerukan solidaritas G7 tanpa pembatasan ekspor, sementara pejabat AS dan UE masih membuka kerja sama teknis untuk meningkatkan pasokan diesel olahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Perselisihan pasokan diesel dunia memanas setelah Amerika Serikat (AS) mengancam menghentikan ekspor bahan bakar tersebut jika Eropa tak melepas stok daruratnya. Pada Jumat (2/10/2026), ancaman itu muncul ketika harga bahan bakar global melonjak akibat perang di Iran. Uni Eropa (UE) pun menolak tekanan dari Washington.

Juru bicara Komisi Eropa Anna-Kaisa Itkonen menyebut langkah sepihak AS justru berpotensi merugikan kedua pihak.

“Kami sepenuhnya menolak larangan diesel. Larangan tidak akan menguntungkan siapa pun. Itu akan merusak kepercayaan kami pada AS sebagai mitra yang dapat diandalkan,” katanya, dikutip France 24.

Tekanan terhadap pasokan semakin rumit karena harga global turut terdorong penutupan Selat Hormuz, larangan ekspor dari Rusia, serta serangan terhadap sejumlah kilang di negara tersebut. Berdasarkan informasi BBC, AS memiliki peran penting di pasar dunia dengan ekspor sekitar 1,2-1,5 juta barel per hari, sementara Prancis, Belanda, dan Inggris masih bergantung dalam jumlah signifikan pada pasokan diesel dari negara tersebut.

  1. 1. Trump membuka opsi pembatasan ekspor diesel

    ilustrasi kapal pengangkut minyak
    ilustrasi kapal pengangkut minyak (unsplash.com/Fredick F.)

    Di dalam negeri AS, kenaikan harga bahan bakar berubah menjadi persoalan politik menjelang pemilihan paruh waktu bulan depan karena menambah beban bagi petani, sopir truk, dan pelaku usaha. Sekretaris Departemen Keuangan AS Scott Bessent meminta mitra Eropa segera menjalankan komitmen mereka dan meningkatkan pasokan agar tekanan ekonomi tak semakin dirasakan pelaku usaha domestik. Presiden AS Donald Trump juga membuka opsi membatasi ekspor untuk memperbesar pasokan di pasar domestik sekaligus menekan Eropa.

    “Kami mungkin melakukan itu. Mereka memiliki beberapa diesel,” kata Trump terkait kemungkinan meminta Eropa melepas cadangan mereka.

    Kesepakatan untuk menstabilkan pasar minyak sebenarnya sudah dibuat beberapa bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol menyampaikan bahwa 32 negara anggota IEA telah menyepakati pelepasan cadangan darurat terbesar dalam sejarah, yakni 400 juta barel pada Maret. Namun, sekitar sepertiga dari komitmen itu belum masuk pasar, sedangkan 80 persen stok darurat anggota masih tersedia.

  2. 2. Krisis pasokan mendorong harga diesel

    ilustrasi SPBU
    ilustrasi SPBU (pexels.com/1ndex)

    Tekanan pasokan telah dirasakan konsumen di kedua sisi Samudra Atlantik. Data American Automobile Association (AAA) menunjukkan harga diesel di AS melonjak lebih dari 70 persen menjadi 6,39 dolar per galon (sekitar Rp114,4 ribu) sejak perang Iran pecah, sedangkan Royal Automobile Club (RAC) mencatat harga diesel di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Inggris naik dari 142,38 pence (setara Rp33,7 ribu) menjadi 199,79 pence (setara Rp47,3 ribu) per liter.

    Inggris menghadapi kondisi yang rentan karena lebih dari separuh kebutuhan diesel dalam negeri berasal dari impor, dengan 31 persen pasokan berasal dari AS serta lebih dari sepertiga dari Belanda dan Belgia. Ketergantungan itu berkaitan dengan empat kilang minyak aktif di Inggris yang hanya difokuskan untuk memproduksi bensin. Kepala Ekonom Argus Media David Fyfe memperingatkan penghentian pasokan dari AS dapat mendorong kenaikan harga internasional secara drastis karena diesel memiliki proses pengolahan yang rumit dan permintaannya tinggi di sektor angkutan serta pertanian.

    Untuk menghadapi krisis tersebut, aturan IEA mewajibkan anggota seperti Inggris memiliki stok minyak yang setara dengan 90 hari impor bersih, sedangkan regulasi UE menetapkan cadangan setara 61 hari konsumsi domestik dengan total stok darurat hampir 109 juta ton. Menteri Energi Inggris Martin McCluskey telah melakukan pembahasan intensif dengan para mitra Eropa untuk menyusun respons bersama.

  3. 3. Macron mendorong solidaritas negara G7

    Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Пресс-служба Президента Российской Федерации, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)
    Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Пресс-служба Президента Российской Федерации, This file is licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International license, via Wikimedia Commons)

    Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara melalui telepon dengan Trump untuk mengingatkan pentingnya solidaritas antarnegara. Macron menyampaikan bahwa negara-negara Kelompok Tujuh (G7) memiliki kepentingan bersama untuk bergerak secara serentak tanpa memberlakukan pembatasan ekspor.

    Sementara itu, Kepala Perdagangan UE Maros Sefcovic menilai pembatasan ekspor diesel oleh AS dapat memberikan dampak dramatis terhadap kinerja ekonomi Eropa. Penilaian tersebut disampaikan Sefcovic di sela agenda pertemuan menteri perdagangan Kelompok Dua Puluh (G20) di Milwaukee.

    Meski ketegangan diplomatik meningkat, peluang kerja sama teknis masih terbuka di tingkat pejabat tinggi. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyebut terdapat keinginan bersama yang kuat dari kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan pasokan diesel. Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), seorang pejabat AS kembali menyampaikan bahwa kerja sama untuk meningkatkan pasokan diesel olahan pada dasarnya sangat menguntungkan bagi stabilitas ekonomi Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More