Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga Emas Antam Turun Tipis ke Rp2,795 Juta per Gram
Etalase yang memajang imitasi emas antam di Toko Butik Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Harga emas Antam turun Rp1.000 per gram menjadi Rp2,795 juta, sementara harga buyback ikut turun ke Rp2,585 juta per gram sesuai data logammulia.com.
  • Emas dinilai sebagai instrumen investasi jangka panjang yang stabil dan berfungsi sebagai diversifikasi portofolio karena nilainya cenderung berlawanan dengan saham atau properti.
  • Investasi emas banyak dipilih investor konservatif karena risikonya rendah, namun kurang cocok untuk tujuan jangka pendek akibat selisih harga jual dan beli.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pergerakan harga emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk atau Antam pada Senin (4/5/2025) turun Rp1.000 per gram, sehingga dibanderol Rp2,795 juta per gram.

Berdasarkan data situs logammulia.com, harga buyback juga turun dengan nominal yang sama sehingga dibanderol Rp2,585 juta per gram.

Harga buyback emas harus merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22. Adapun besarannya 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk yang tidak memegang NPWP.

1. Rincian harga emas hari ini

Berikut harga emas batangan Antam per hari ini dalam pecahan lain:

Harga emas 0,5 gram: Rp1,447,5 juta

Harga emas 1 gram: Rp2,795 juta

Harga emas 2 gram: Rp5,530 juta

Harga emas 3 gram: Rp8,270 juta

Harga emas 5 gram: Rp13,750 juta

Harga emas 10 gram: Rp27,445 juta

Harga emas 25 gram: Rp68,587 juta

Harga emas 50 gram: Rp136,89 juta

Harga emas 100 gram: Rp273,71 juta

Harga emas 250 gram: Rp684,01 juta

Harga emas 500 gram: Rp1,367 miliar

Harga emas 1.000 gram: Rp2,735 miliar

2. Emas jadi investasi yang cenderung naik untuk jangka panjang

Emas bisa menjadi instrumen yang sangat berguna untuk mendiversifikasi portofolio investasi.

Selain karena merupakan logam mulia yang banyak diminati, nilai emas juga cenderung bertolak belakang dengan aset investasi lain seperti ekuitas atau properti.

Dengan demikian, pada saat harga saham atau properti turun, nilai emas kemungkinan besar akan naik, sehingga investor yang telah mendiversifikasi investasinya ke emas bisa bernapas lega, karena tidak semua aset yang dimiliki melemah nilainya.

Menurut MoneyWeek, emas juga bisa disebut sebagai asuransi untuk portofolio seorang investor, sehingga setiap investor setidaknya harus mengalokasikan sekitar 5 hingga 15 persen dari portofolio mereka untuk investasi terkait emas.

3. Emas jadi pilihan investor konservatif

Berinvestasi emas sering kali menjadi pilihan, terutama bagi para investor konservatif.

Selain mudah, investasi emas juga cenderung aman karena risiko yang dimiliki tidak setinggi investasi pada instrumen saham.

Nah, sebelum kamu memulai investasi, tentukan lebih dulu apa tujuan investasimu. Jika investasi untuk jangka pendek, tentu instrumen emas tidak cocok karena ada selisih harga jual dan harga beli.

Alih-alih untung, kamu justru malah buntung. Oleh karena itu, pintar-pintar dalam menentukan tujuan investasi ya!

Topics

Editorial Team