Likuiditas Seret, Purbaya Tambah Dana di Himbara Jadi Rp400 Triliun

- Pemerintah menambah penempatan dana SAL sebesar Rp100 triliun di bank-bank Himbara, sehingga totalnya mencapai Rp400 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sesuai arahan Presiden Prabowo.
- Penambahan dilakukan setelah penarikan sebagian dana membuat likuiditas perbankan mengetat; kini Rp230 triliun kembali ditempatkan agar total saldo di Himbara kembali stabil.
- Purbaya menegaskan bahwa dana pemerintah di perbankan masih menjadi sumber penting likuiditas guna menjaga kelancaran kredit dan mendorong aktivitas ekonomi nasional.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan menambah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan tambahan tersebut, maka total dana SAL yang ditempatkan pemerintah di perbankan meningkat menjadi Rp400 triliun.
1. Tambahan dana untuk perkuat likuiditas perbankan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, keputusan itu diambil setelah penarikan dana SAL membuat likuiditas perbankan lebih ketat dari perkiraan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat penyaluran kredit ke sektor riil.
"Totalnya Rp400 triliun. Itu juga atas petunjuk Bapak Presiden. Dia ingin ekonomi jalan," ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
2. Rincian penempatan dana ke Himbara

Purbaya menjelaskan, sejak September 2025 hingga Maret 2026, pemerintah telah menempatkan dana SAL sebesar Rp300 triliun di bank-bank Himbara. Namun, sekitar dua pekan lalu pemerintah mulai menarik sebagian dana tersebut. Setelah penarikan dilakukan, pemerintah melihat likuiditas perbankan mulai mengetat sehingga diputuskan untuk kembali menambah penempatan dana.
Setelah penarikan, dana SAL yang masih tersisa di Himbara sebesar Rp170 triliun. Pemerintah kemudian menambah penempatan dana sebesar Rp230 triliun sehingga total dana SAL yang ditempatkan di Himbara kembali menjadi Rp400 triliun.
"Kemarin sudah diambil, tetapi di sana masih ada Rp170 triliun. Saya balikin lagi. Jadi Rp200 triliun untuk jangka panjang, tambah Rp100 triliun lagi dengan tenor sekitar tiga sampai empat bulan, lalu tambah lagi Rp100 triliun yang fleksibel. Jadi totalnya Rp400 triliun," tutur Purbaya.
3. Penempatan dana jadi salah satu sumber likuiditas di perbankan

Menurut Purbaya, kebijakan penempatan dana pemerintah di perbankan sebelumnya sempat menuai kritik. Namun, ketika pemerintah mulai menarik sebagian dana tersebut, likuiditas perbankan justru mengalami tekanan.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan penempatan dana pemerintah masih menjadi salah satu sumber likuiditas penting bagi perbankan untuk menopang penyaluran kredit dan pertumbuhan ekonomi.
"Ada yang bilang langkah saya salah. Ternyata itu satu-satunya engine untuk pertumbuhan ekonomi saat ini. Jadi kami kembalikan lagi. Kemarin mungkin mereka belum mengerti, sekarang sudah mengerti," katanya.


![[QUIZ] Tebak Pekerjaan Karakter di Upin-Ipin, Penonton Setia Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20240922/img-4256-7705a60071e5c91c966005914272f5fd.jpeg)


![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Cek Kamu akan Terlahir Jadi CEO atau Karyawan Biasa](https://image.idntimes.com/post/20250411/1000080289-5b24f5a14d3cd8dcd6ed21352b3d81b1-8e79354d356775a53c1f354e2534f81e.jpg)













