Arus Peti Kemas di Lampung Naik 7,4 Persen, Ini Komoditas Penopangnya

- Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang Lampung naik 7,4 persen hingga Mei 2026, mencapai 50.287 TEUs dibandingkan periode sama tahun lalu.
- Kenaikan didorong ekspor komoditas unggulan seperti tapioka, udang beku, nanas, dan refined glycerine yang tumbuh signifikan serta peningkatan throughput domestik dan internasional.
- Pertumbuhan di Area Panjang melampaui rata-rata nasional IPC TPK, menegaskan peran strategis terminal dalam mendukung arus logistik dan perdagangan Lampung.
Jakarta, IDN Times - Arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang, Lampung meningkat hingga Mei 2026. Selama Januari-Mei 2026, volume peti kemas yang dilayani mencapai 50.287 TEUs atau naik 7,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 46.824 TEUs.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Daniel Setiawan mengatakan, kenaikan tersebut menunjukkan aktivitas logistik dan perdagangan di Lampung masih tumbuh.
"Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung," kata dia dikutip Jumat (26/6/2026).
1. Ekspor komoditas unggulan jadi penopang

Peningkatan throughput didorong oleh kenaikan ekspor sejumlah komoditas unggulan Lampung. Ekspor tapioca starch tercatat naik paling tinggi, yakni 267,37 persen secara tahunan. Disusul frozen shrimp yang tumbuh 28,90 persen, nanas 22,93 persen, dan refined glycerine sebesar 21,90 persen.
Arus peti kemas domestik dan internasional juga sama-sama meningkat. Hingga Mei 2026, throughput domestik mencapai 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara throughput internasional tercatat 22.124 TEUs atau meningkat 4,21 persen.
Kondisi tersebut sejalan dengan perdagangan luar negeri Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Lampung pada April 2026 mencapai 504,59 juta dolar AS atau naik 43,29 persen dibandingkan April 2025. Sementara nilai impor mencapai 172,40 juta dolar AS atau meningkat 51,56 persen secara tahunan.
2. Area Panjang catat pertumbuhan di atas rata-rata nasional

Hingga Mei 2026, IPC TPK membukukan throughput nasional sebesar 1,49 juta TEUs atau meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Area Panjang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 7,4 persen, sehingga menjadi area dengan pertumbuhan tertinggi kedua di IPC TPK.
Di tengah meningkatnya aktivitas logistik, Terminal Petikemas Panjang menjaga koordinasi dengan perusahaan pelayaran dan pengguna jasa untuk mempertahankan kelancaran layanan operasional.
"IPC TPK Panjang semakin memperkuat perannya sebagai gerbang logistik strategis yang mendukung kelancaran arus perdagangan domestik maupun internasional di Provinsi Lampung," kata perusahaan.
3. Aktivitas logistik di Lampung terus meningkat

Daniel mengatakan, meningkatnya arus barang mencerminkan bertambahnya kebutuhan distribusi dan perdagangan di Lampung serta wilayah sekitarnya. Hal itu menunjukkan terminal tersebut memiliki peran penting dalam melayani arus logistik di Lampung.
"Kami akan terus menjaga keandalan layanan untuk memastikan kebutuhan pengguna jasa dapat terpenuhi secara optimal," kata dia.













![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)
![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara Peserta Piala Dunia 2026, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20260626/upload_0ec4a90b2e5fbf77cf66f98a1bef4b24_40640ec0-fd9c-4a32-8b31-d5256ea468fd.jpg)

