Jadi Panggung Hiburan dan Olahraga Dunia, Ekonomi Jakarta Melesat

Pemprov DKI mencatat perputaran ekonomi hampir Rp250 miliar selama dua hari konser The Weeknd dan Pestapora 2026, menggerakkan perhotelan, transportasi, kuliner, serta UMKM.
Ekonomi Jakarta tumbuh 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II-2026, melampaui nasional; akomodasi dan makan-minum menjadi sektor tercepat dengan pertumbuhan 9,52 persen.
Event olahraga turut mendorong ekonomi Jakarta: 67.000 tiket laga Indonesia melawan Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 terjual habis, dengan harga Rp250.000 hingga Rp1 juta.
Jakarta kini jadi panggung dunia. Sederet acara seni, budaya, hingga olahraga sukses menyedot perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Di Jakarta International Stadium (JIS), misalnya, konser The Weeknd sukses digelar dua malam berturut-turut pada 26 dan 27 September 2026. Di tempat lain, kemeriahan festival musik Pestapora 2026 juga tak kalah riuh. Puluhan ribu orang berdesakan, antrean mengular panjang, jalanan padat, dan linimasa media sosial pun riuh dipenuhi momen seru.
Di balik semua keseruan itu, ada roda ekonomi raksasa yang berputar. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat perputaran uang di Ibu Kota selama dua hari tersebut menembus Rp250 miliar. Banyak cerita menarik yang membuktikan dampak domino positif dari hadirnya event berstandar internasional di Jakarta.
1. Efek domino konser musik di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (dok. jakarta.go.id) Angka Rp250 miliar diungkap langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin (28/9), sehari setelah rangkaian konser berakhir.
"Saya mendapatkan laporan, dalam pelaksanaan Pestapora dan juga The Weeknd selama dua hari ini, ekonomi bergerak di Jakarta akibat itu hampir Rp250 miliar. Dan itu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi Jakarta," kata Pramono, Senin (28/9)
Lalu, ke mana sebenarnya uang Rp250 miliar itu mengalir? Ternyata, perputarannya tidak berhenti di kantong promotor saja. Berbagai sektor ikut merasakan dampaknya, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Sebagai gambaran, tiket konser After Hours Til Dawn dari The Weeknd dijual mulai dari Rp950 ribu untuk kelas standar hingga Rp12,7 juta untuk VIP (sebelum pajak dan biaya layanan). Jika dihitung dari puluhan ribu penonton yang hadir, ditambah pengeluaran mereka di luar tiket, angka perputaran ekonomi sebesar Rp250 miliar tentu sangat masuk akal. Nominal fantastis ini membuktikan bahwa konser musik skala global punya daya dorong nyata bagi perekonomian Jakarta.
Tak hanya itu, gelaran tingkat dunia seperti ini juga makin menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ibu kota. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, menegaskan bahwa kehadiran musisi papan atas internasional kian memperkokoh posisi Jakarta sebagai destinasi konser kelas dunia.
2. Gelaran event berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi Jakarta

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Magnific.com) Sektor hiburan terbukti menjadi salah satu motor utama pendorong ekonomi Jakarta. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi ibu kota pada triwulan II-2026 mencapai 5,52 persen (yoy), melampaui laju pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,29 persen.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menjelaskan bahwa PDRB Jakarta atas dasar harga berlaku mencapai Rp1.058,02 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan tercatat Rp594,22 triliun. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum melaju paling kencang dengan pertumbuhan 9,52 persen. Posisi berikutnya disusul sektor jasa lainnya sebesar 8,22 persen serta pengadaan listrik dan gas sebesar 7,72 persen.
Tingginya pertumbuhan sektor jasa lainnya tak lepas dari besarnya kontribusi industri rekreasi, hiburan, hingga jasa personal seperti salon dan laundry. Hal ini menegaskan bahwa sektor penunjang gaya hidup dan hiburan konsisten menjadi penopang utama ekonomi Jakarta, melanjutkan tren sepanjang 2025 ketika ekonomi Jakarta tumbuh 5,21 persen dengan sektor akomodasi dan makan minum sebagai pemimpin pertumbuhan di angka 9,33 persen.
3. Tidak berhenti pada event konser musik

Selebrasi para pemain Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 (IDN Times/Sandy Firdaus) Geliat event di Jakarta tak cuma soal konser musik. Gelaran olahraga seperti pertandingan sepak bola pun punya daya dorong yang tak kalah dahsyat bagi perekonomian ibu kota.
Salah satu momen yang masih hangat adalah ketika Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10) lalu. Kala itu, Indonesia berhasil menumbangkan Thailand lewat adu penalti dengan skor 6-4. Sebanyak 67.000 tiket ludes terjual, dengan kisaran harga Rp250.000 hingga Rp1.000.000.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan total potensi penonton turnamen ini bahkan bisa menembus lebih dari satu miliar orang. Angka tersebut wajar mengingat besarnya basis penggemar sepak bola di negara-negara ASEAN, ditambah partisipasi negara peserta lain seperti Bangladesh, Pakistan, dan Hong Kong.
Deretan fakta ini menegaskan satu hal: Pemprov DKI Jakarta terus aktif mendorong acara berskala internasional sebagai mesin penggerak ekonomi. harapannya, perputaran uang dan efek domino dari event-event besar ini tak hanya dinikmati segelintir pihak, tetapi juga mengalir deras dan dirasakan oleh seluruh warga di pelosok Jakarta. (WEB)





















![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang Asia Tenggara, Yakin Bisa?](https://image.idntimes.com/post/20241117/18879-68854c3f6876b62c6c0e179f8d1fe608.jpg)

