Ilustrasi bijih nikel (pexels.com/Paul Seling)
Analis senior Indonesia Strategic and Economics Action Institution Ronny P. Sasmita menilai perkembangan produksi nikel olahan menunjukkan terjadinya transformasi struktural dalam industri nasional. Mengacu pada data Our World in Data berbasis British Geological Survey, Ronny menyebut produksi nikel olahan Indonesia melonjak dari sekitar 22 ribu ton pada 2014 menjadi lebih dari 1,4 juta ton pada 2023.
"Jadi, kalau parameternya adalah kemampuan mengubah bijih menjadi produk olahan di dalam negeri, hilirisasi jelas menghasilkan transformasi struktural," ujar Ronny.
Selain produksi, investasi di sektor hilirisasi juga terus meningkat. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi hilirisasi pada semester I 2026 mencapai Rp300,1 triliun atau 29,7 persen dari total investasi nasional. Angka tersebut meningkat 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sepanjang 2025, investasi hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun.
Ronny mengatakan, masuknya investasi tersebut menciptakan efek berganda melalui pembangunan kapasitas industri, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai ekspor, serta semakin dalamnya basis manufaktur nasional. Ke depan, manfaat tersebut dinilai masih dapat diperbesar melalui transfer teknologi, peningkatan keterlibatan pemasok domestik, penguatan kualitas tenaga kerja serta peningkatan penerimaan negara.
Menurut Ronny, posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dapat menjadi fondasi untuk membawa kebijakan hilirisasi ke tahap deep industrialization. Pengembangan teknologi seperti high pressure acid leach (HPAL), nickel sulphate, precursor, cathode active material, recycling hingga industri baterai menjadi bagian penting untuk memperbesar nilai tambah di dalam negeri.
"Gelar 'raja nikel' baru merupakan babak pertama. Babak keduanya jauh lebih penting, apakah Indonesia hanya menjadi negara dengan produksi nikel terbesar, atau benar-benar menjadi negara yang paling besar menikmati nilai ekonomi, teknologi dan kekuatan industri dari nikelnya," ujar Ronny.