Jakarta, IDN Times - PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan nilai kontrak baru senilai Rp6,3 triliun sepanjang semester I-2026.
Angka tersebut naik 22,1 persen dibandingkan capaian kontrak baru pada semester I-2025 yang sekitar Rp5,16 triliun.

Jakarta, IDN Times - PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan nilai kontrak baru senilai Rp6,3 triliun sepanjang semester I-2026.
Angka tersebut naik 22,1 persen dibandingkan capaian kontrak baru pada semester I-2025 yang sekitar Rp5,16 triliun.
Adapun nilai kontrak baru itu diperoleh dari proyek jalan, jembatan, gedung, sumber daya air, manufaktur, serta Operation & Maintenance (O&M) jalan tol.
Selain itu, sepanjang semester I-2026, kinerja perusahaan ditopang segmen pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
“Saat kontribusi JTTS semakin besar sebagai sumber pendapatan berulang, kami juga tetap disiplin menjaga kualitas order book dan kesehatan neraca," kata Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro dikutip dari keterangan resmi, Rabu (22/7/2026).
Order book perusahaan hingga akhir kuartal II-2026 tercatat naik 6,24 persen dibandingkan posisi kuartal I-2026.
Koentjoro mengatakan, mayoritas pendorong capaian order book tersebut masih berasal dari proyek pemerintah.
Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 km ruas tol baru di JTTS sepanjang kuartal II-2026.
Penambahan itu terdiri dari ruas tol Betung–Jambi (16,8 km), Palembang–Betung (4,5 km), dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km). Capaian itu 2,4 kali lipat dibanding penambahan 10,1 km pada kuartal I-2026.
Dengan demikian, kumulatif JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 km. Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026. Sementara, dari sisi operasional, trafik JTTS terus menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2026 trafik JTTS tercatat 17 juta kendaraan, naik 16 persen dibanding tahun lalu.