Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
IHSG Anjlok, Politikus PDIP Desak OJK-BEI Transparan soal Kepemilikan Saham
Sekretaris Fraksi PDI-P DPR RI Dolfie Othniel Frederic. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Dolfie mendesak OJK dan BEI membuka informasi kepemilikan saham serta memeriksa perdagangan saham yang terkoordinasi.

  • IHSG turun 630,78 poin atau 10,76 persen setelah MSCI mempertimbangkan perubahan status pasar modal Indonesia.

  • OJK dan BEI diminta menjelaskan reformasi pasar modal sebelum keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
15 Oktober 2026

MSCI mengeluarkan laporan yang mempertimbangkan penurunan status pasar saham Indonesia menjadi standalone market.

Jumat (16/10/2026)

Dolfie mendesak OJK dan BEI transparan mengenai kepemilikan saham serta melakukan pemeriksaan atas perdagangan saham yang terkoordinasi.

Juni 2027

Keputusan akhir MSCI mengenai status pasar modal Indonesia dijadwalkan sebelum waktu ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    IHSG turun 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233, sementara status pasar modal Indonesia dipertimbangkan untuk diturunkan menjadi Standalone Market.
  • Who?
    Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel Frederic Palit mendesak OJK dan BEI mengambil langkah perbaikan.
  • Where?
    Perdagangan saham berlangsung di pasar modal Indonesia dan Bursa Efek Indonesia.
  • When?
    Situasi tersebut terjadi pada perdagangan Jumat (16/10/2026), setelah laporan MSCI dikeluarkan pada 15 Oktober 2026.
  • Why?
    MSCI mempertimbangkan status pasar modal Indonesia berdasarkan isu transparansi, integritas, keadilan, dan kredibilitas di mata investor asing.
  • How?
    IHSG sempat mengalami trading halt selama 30 menit karena pelemahan lebih dari 8 persen pada penutupan perdagangan sesi I BEI.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

IHSG turun sangat banyak setelah MSCI mempertimbangkan perubahan status pasar saham Indonesia. Dolfie meminta OJK dan BEI menjelaskan siapa pemilik saham dan memeriksa perdagangan yang terkoordinasi. OJK dan BEI juga diminta memperbaiki aturan. Keputusan akhir MSCI masih akan ada pada Juni 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan untuk transparansi kepemilikan saham, pemeriksaan perdagangan yang kredibel, dan reformasi free float menunjukkan adanya perhatian terhadap integritas pasar modal Indonesia. Langkah tersebut juga diarahkan untuk membangun pasar yang adil dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi nasional, bukan sekadar memenuhi standar MSCI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie Othniel Frederic Palit, mendesak otoritas moneter, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) transparan mengenai kepemilikan saham yang terdaftar di bursa, menyusul situasi pasar modal yang babak belur pada perdagangan hari ini, Jumat (16/10/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok hingga 630,78 poin atau 10,76 persen ke level 5.233. IHSG melanjutkan pelemahan setelah sempat dihentikan perdagangannya (trading halt) selama 30 menit sejak awal perdagangan, karena pelemahan lebih dari 8 persen pada penutupan perdagangan sesi I BEI hari ini.

Adapun pelemahan IHSG hari ini terjadi usai MSCI Inc mengumumkan pertimbangan untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Terkait hal ini, Dolfie juga mendorong otoritas moneter segera melakukan pemeriksaan yang kredibel atas perdagangan saham yang terkoordinasi, melaksanakan reformasi ketentuan free float yang efektif bukan sekedar pemenuhan angka administratif semata.

"OJK dan BEI harus memastikan transparansi kepemilikan saham, pemeriksaan yang kredibel atas perdagangan saham yang terkoordinasi, pelaksanaan reformasi ketentuan free float yang efektif bukan sekedar pemenuhan angka administratif," kata Dolfie saat dihubungi, Jumat.

Legislaror Fraksi PDIP itu menjelaskan, situasi pasar modal yang babak belur ini dipengaruhi oleh laporan MSCI yang dikeluarkan tanggal 15 Oktober 2026. MSCI sedang mempertimbangkan pasar saham Indonesia turun kasta menjadi Standalone Market.

Menurut Dolfie, laporan MSCI bukan mengenai situasi perekonomian Indonesia, melainkan menyangkut transparansi, integritas, keadilan, dan kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor asing.

Oleh karena itu, ia mendesak OJK dan BEI segera memberikan penjelasan secara terbuka mengapa berbagai reformasi yang telah diumumkan belum dinilai memadai oleh MSCI, serta apa kinerja nyata hasil perbaikan yang dapat ditunjukkan sebelum adanya keputusan akhir MSCI pada Juni 2027.

"Tujuan akhirnya bukan hanya sekedar memenuhi standar MSCI, tetapi membangun pasar modal Indonesia yang transparan, berintegritas, adil, dan mampu mendukung pembiayaan pembangunan ekonomi nasional," kata Politikus PDIP itu.

Curated For You

Editorial Team

Related Article