Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

IHSG Ciut 0,59 Persen, Kapitalisasi Pasar Turun ke Rp8.231 Triliun

default-image.png
Default Image IDN

Jakarta, IDN Times - Nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan selama sepekan terakhir. Sejak Senin (20/12/2021) hingga Jumat (24/12/2021) nilai kapitalisasi pasar bursa turun 0,57 persen dari Rp8.278,743 triliun menjadi Rp8.231,797 triliun.

Penurunan nilai kapitalisasi pasar di BEI juga berbarengan dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam penutupan perdagangan Jumat lalu.

"IHSG pada Jumat ini ditutup pada zona hijau atau berada pada level 6.562,900, meski secara keseluruhan selama sepekan tercatat mengalami perubahan 0,59 persen dari posisi 6.601,932 sepekan yang lalu," ujar Sekretaris Perusahaan PT BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan resminya, Minggu (26/12/2021).

1. Perubahan yang terjadi di pasar modal Indonesia lainnya

default-image.png
Default Image IDN

Selain nilai kapitalisasi pasar dan IHSG yang menurun, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) juga turut mengalami penurunan.

RNTH di bursa selama sepekan mencatatkan penurunan 16,01 persen menjadi Rp10,520 triliun dari Rp12,525 triliun pada pekan lalu.

Kemudian, rata-rata frekuensi harian bursa juga mengalami penurunan sebesar 4,55 persen menjadi 1.250.237 kali transaksi dari 1.309.827 kali transaksi
pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian juga ikut mengalami penurunan, yakni sebesar 0,18 persen dari 23,403 miliar saham pekan lalu menjadi 23,360 miliar saham pada pekan ini.

Sementara itu, investor asing pada Jumat mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp295,53 miliar dan sepanjang 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp37,477 triliun.

2. Ada satu saham baru yang tercatat di BEI minggu ini

default-image.png
Default Image IDN

Dalam sepekan terakhir, hanya ada satu perusahaan baru yang mencatatkan saham perdananya di BEI. Pada Senin (20/12/2021), PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dicatatkan pada Papan Utama BEI.

DRMA bergerak pada sektor Consumer Cyclicals dengan sub sektor Automobiles &
Components. Adapun Industri dan Sub Industri DRMA adalah Auto Components dengan sub industri Auto Parts & Equipment.

3. Ada dua obligasi baru yang tercatat di BEI minggu ini

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam sepekan terakhir ini BEI juga mendapatkan dua pencatatan obligasi. Pertama ada PT Profesional Telekomunikasi Indonesia yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Protelindo Tahap II Tahun 2021 dengan nilai nominal sebesar Rp3.349.000.000.000.

PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) memberikan peringkat AAA(idn) (Triple A) untuk obligasi tersebut.

Kedua ada PT Aneka Gas Industri Tbk yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap IV Tahun 2021 serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Aneka Gas Industri Tahap IV Tahun 2021 dengan nilai Obligasi dan Sukuk masing-masing sebesar Rp150.000.000.000.

Hasil pemeringkatan Fitch untuk Obligasi adalah A-(idn) (Single A Minus),
sedangkan untuk Sukuk adalah A-idn(sy) (Single A Minus Syariah)

Yulianto menjelaskan, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 98 Emisi dari 58 perusahaan senilai Rp103,31 triliun.

"Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI hingga saat ini berjumlah 474 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp4232,16 triliun dan 47,5 juta juta dolar AS serta diterbitkan oleh 123 emiten," kata dia.

Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 140 seri dengan nilai nominal Rp4.522,98 triliun dan 300 juta dolar AS, sedangkan Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp5,04 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridwan Aji Pitoko
EditorRidwan Aji Pitoko
Follow Us

Latest in Business

See More

Apa Itu White Paper di Kripto? Panduan Penting untuk Pemula

11 Jan 2026, 12:28 WIBBusiness