Orang Terkaya Afrika Peringatkan Harga BBM di Nigeria Akan Melonjak

- Orang terkaya Afrika, Aliko Dangote: Tanpa kilang minyak, Nigeria akan impor BBM dan harga melonjak
- Dangote berhasil jual 600 juta liter BBM per bulan, hentikan penjualan kepada pengecer independen
- Kilang Minyak Dangote bantah berhenti beroperasi, masih mampu suplai 40-50 juta liter BBM per hari
Jakarta, IDN Times - Orang terkaya di Afrika, Aliko Dangote memperingatkan harga bahan bakar minyak (BBM) di Nigeria akan naik hingga 1.400 naira (Rp16.500) per liter. Kenaikan harga ini disebabkan oleh penolakan pemerintah untuk mendorong produksi BBM dalam negeri.
Sebulan terakhir, Dangote sudah berselisih pendapat dengan pemerintah Nigeria soal produksi minyak. Ia juga mendesak investigasi soal operasional Nigerian Midstream and Downstream Petroleum Regulatory Authority (NMDPRA) yang mendorong impor BBM.
1. Dangote sebut tanpa ada kilang minyak Nigeria akan terus impor BBM

Dangote menyebut, harga BBM di Nigeria akan meningkat tanpa adanya kilang minyak. Pihaknya mendorong pemerintah untuk meningkatkan produksi BBM dalam negeri.
“Harga terkini menunjukkan sebuah realitas yang tidak menyenangkan. Tidak adanya Kilang Minyak Dangote, maka Nigeria akan bergantung pada impor BBM tanpa batasan dan harga BBM akan melonjak tanpa adanya subsidi,” ungkapnya, dikutip Business Insider Africa.
Dangote menyebut, operasional kilang minyaknya penting untuk stabilitas pasokan dan kebutuhan BBM dalam negeri. Kilang minyak Dangote masih tetap melanjutkan produksi BBM di Nigeria.
2. Dangote berhasil jual BBM 600 juta liter per bulan

Pada Oktober 2025, Dangote berhasil menjual BBM sebesar 30 juta liter per bulan kepada 20 depat di Nigeria. Dengan ini, Kilang Minyak Dangote berhasil menjual total 600 juta liter per bulan.
Persetujuan ini membuat Dangote menghentikan penjualan kepada pengecer independen yang hanya membeli kurang dari 250 ribu liter. Semua pengecer sekarang harus membeli dari 20 depot minyak tersebut untuk dapat dijual kembali.
3. Dangote bantah tuduhan berhenti beroperasi

Kilang Minyak Dangote membantah laporan adanya penutupan produksi BBM sementara waktu akibat perawatan. Perusahaan memastikan\ kabar tersebut bohong dan tidak benar.
“Kilang Minyak Dangote terus melanjutkan operasional dalam skala dan kapasitas yang cukup untuk menyuplai antara 40-50 juta liter BBM per hari pada Januari hingga Februari. Ini akan bergantung pada permintaan pasar,” paparnya, dilansir dari APA News.
Perusahaan menjelaskan, perawatan rutin pada sejumlah unit tidak mengganggu proses produksi secara keseluruhan. Dangote menyebut, kilang minyaknya memiliki desain unit canggih dan terintegrasi.
.jpg)

















