Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Turunkan Produksi Minyak imbas Masalah Pengiriman ke China-India

Rusia Turunkan Produksi Minyak imbas Masalah Pengiriman ke China-India
Bendera Rusia. (pixabay.com/michel_van_der_vegt)
Intinya sih...
  • Rusia kesulitan menjual minyak ke luar negeri, produksi turun lebih dari 100 ribu barel per hari.
  • Rusia meningkatkan penjualan LNG ke China sebagai respons terhadap pembatasan ekspor LNG dari Barat.
  • China mengurangi impor komoditas dari Rusia, termasuk minyak mentah, batu bara, dan kayu.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia mengungkapkan rencana untuk mengurangi produksi minyak mentahnya secara signifikan. Langkah ini dalam menghadapi sulitnya mengirimkan minyak mentah ke negara tujuan utamanya, yakni India dan China

Pada Desember, harga minyak mentah Rusia mengalami penurunan terendah sejak dimulainya perang di Ukraina. Penurunan ini akibat penerapan sanksi tambahan Amerika Serikat (AS) kepada industri minyak Rusia. 

1. Rusia kesulitan jual minyaknya ke luar negeri

Rusia Turunkan Produksi Minyak imbas Masalah Pengiriman ke China-India
ilustrasi Kapal tanker Rusia. (unsplash.com/naletu)

Pada Desember 2025, produksi minyak mentah Rusia turun lebih dari 100 ribu barel per hari. Jumlah ini menunjukkan penurunan terendah sejak pertengahan 2024 ketika Rusia mengikuti kuota produksi minyak di OPEC+. 

Dilansir United24, Rusia sudah diperbolehkan kembali mendongkrak produksi minyaknya. Namun, negara Eurasia itu malah menurunkan produksinya dan jumlah produksinya diperkirakan tetap 250 ribu barel per hari di bawah kuota OPEC+. 

Kebijakan ini dilakukan setelah Rusia kesulitan untuk menjual minyaknya ke negara lain. Alhasil, sejumlah kapal tanker Rusia tetap berada di lautan dan menunggu untuk dapat berlayar ke negara tujuan. 

2. Rusia tingkatkan penjualan LNG ke China

Rusia Turunkan Produksi Minyak imbas Masalah Pengiriman ke China-India
Bendera Rusia. (pixabay.com/fotiniya)

Sementara itu, Rusia berhasil meningkatkan penjualan liquified natural gas (LNG) ke China pada November 2025. Peningkatan ini membuat Rusia menjadi pemasok terbesar kedua LNG ke China di bawah Qatar. 

Dilansir Novaya Gazeta, Rusia sudah menerapkan rencana besar dalam merespons pembatasan ekspor LNG dari Barat. Saat ini, Moskow sudah meningkatkan armada bayangan untuk mengirimkan LNG lewat fasilitas Arktik LNG-2 ke pasar utamanya di China. 

3. China mengurangi impor komoditas dari Rusia

Rusia Turunkan Produksi Minyak imbas Masalah Pengiriman ke China-India
ilustrasi bendera China (unsplash.com/huichaoji)

Pada periode Januari-November 2025, China sudah mengurangi sebagian besar impor sejumlah produk dari Rusia. Produk tersebut meliputi minyak mentah, batu bara, kayu dari Rusia. 

Impor minyak mentah dari Rusia ke China diketahui turun 7,6 persen atau 91,5 juta metrik ton. Tak hanya itu, produk minyak olahan distilasi ringan asal Rusia ke China juga turun 3 persen atau 3,2 juta ton dan minyak distilasi berat turun 33 persen atau 6,8 juta ton. 

Di sisi lain, ekspor batu bara Rusia ke China turun 11 persen menjadi 72,4 juta ton. Sedangkan, jumlah pengirimannya turun 29 persen menjadi 6,9 miliar dolar AS (Rp116,2 triliun). 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

4 Pelajaran Finansial yang Bisa Dipetik setelah Rugi Investasi

11 Jan 2026, 10:02 WIBBusiness