Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IIF Percepat Proses Pembiayaan Infrastruktur Lewat Digitalisasi

2 min read
IIF Percepat Proses Pembiayaan Infrastruktur Lewat Digitalisasi
Kantor pusat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). (dok. IIF)
  • IIF memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui digitalisasi, untuk mempercepat proyek sekaligus meningkatkan transparansi dan pengelolaan risiko.
  • IIF mengembangkan Credit Sentinel dan mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi untuk menangani proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan proyek dalam satu sistem terpadu.
  • Ke depan, IIF akan menambah analitik dan otomatisasi, sembari memperkuat tata kelola, kepatuhan, serta risiko hukum; inovasinya meraih penghargaan Indonesia Technology Excellence Awards 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui digitalisasi proses bisnis.

Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pembiayaan proyek. Selain itu, juga bertujuan meningkatkan transparansi dan pengelolaan risiko.

  1. 1. Percepatan proses pembiayaan untuk dukung pengembangan infrastruktur

    Proyek Infrastruktur IIF di Tahun 2024. (Dok.Istimewa).
    Proyek Infrastruktur IIF di Tahun 2024. (Dok.Istimewa).

    Presiden Direktur dan CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, percepatan proses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan dalam mendukung pengembangan infrastruktur di Indonesia. Menurutnya, tantangan pembiayaan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan modal, tetapi juga kecepatan proses dan kepercayaan para pemangku kepentingan.

    “Tantangan infrastruktur Indonesia bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal kecepatan dan kepercayaan. Credit Sentinel hanyalah permulaan. Kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk membuat pembiayaan lebih cepat, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan klien yang terus berkembang, dengan tetap menjaga standar tata kelola tertinggi,” ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Rabu (14/12/2026).

  2. 2. Kembangkan platform digital internal bernama Credit Sentinel

    ilustrasi platform digital (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi platform digital (IDN Times/Aditya Pratama)

    Untuk mendukung percepatan tersebut, IIF mengembangkan platform digital internal bernama Credit Sentinel serta mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi ke dalam satu sistem terpadu.

    Sistem tersebut digunakan untuk mendukung berbagai tahapan pembiayaan, mulai dari penerimaan proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan proyek. Integrasi ini diharapkan dapat membuat proses kerja lebih efisien sekaligus meningkatkan transparansi bagi pengembang proyek dan investor.

  3. 3. IIF juga perkuat tata kelola perusahaan, kepatuhan, dan manajemen risiko hukum

    IMG-20261014-WA0007.jpg
    PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui digitalisasi proses bisnis. (Dok/Istimewa).

    Ke depan, IIF berencana mengembangkan Credit Sentinel dengan memanfaatkan analitik lanjutan dan otomatisasi. Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat manajemen risiko dalam pembiayaan infrastruktur.

    Di luar digitalisasi, IIF juga memperkuat tata kelola perusahaan, kepatuhan, dan manajemen risiko hukum. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian hukum dalam pembiayaan infrastruktur yang umumnya memiliki tenor panjang dan struktur transaksi kompleks.

    Atas inovasi digital tersebut, IIF meraih penghargaan kategori Enterprise Software – Financial Services dalam Indonesia Technology Excellence Awards 2026.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More