Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

IIF Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Garap Proyek Berkelanjutan

IIF Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Garap Proyek Berkelanjutan
Proyek Infrastruktur IIF di Tahun 2024. (Dok.Istimewa).
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • IIF menegaskan komitmen mendukung pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan dengan menggandeng sektor swasta di bidang konektivitas, digital, dan kesehatan untuk mempercepat pembangunan nasional.
  • Perusahaan menerbitkan obligasi Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar guna memperkuat kapasitas pembiayaan serta menarik minat investor institusi dan ritel.
  • IIF meraih tiga penghargaan internasional atas kontribusinya dalam pembiayaan berkelanjutan, inovasi sekuritisasi syariah, serta implementasi program investasi infrastruktur yang berdampak sosial positif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menegaskan komitmennya mendukung pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia. Perseroan memosisikan diri sebagai pelengkap industri keuangan dan pasar modal dalam memobilisasi pembiayaan dari sektor swasta.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan, mengatakan, IIF mendorong partisipasi modal swasta pada proyek infrastruktur berkelanjutan, antara lain di sektor konektivitas, infrastruktur digital, dan kesehatan.

"IIF bermitra dengan pelaku usaha, regulator, investor domestik maupun asing, serta lembaga yang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pembangunan. Kami juga menjadi mitra bagi investasi asing langsung," ujar Rizki dalam keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

1. PT IIF telah berhasil terbitkan obligasi senilai Rp435,5 miliar

Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Obligasi/Surat Berharga (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk memperkuat kapasitas pembiayaan, IIF telah menerbitkan obligasi senilai Rp435,5 miliar dan surat berharga perpetual sebesar Rp220 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan dalam tiga tenor, yakni satu tahun, tiga tahun, dan lima tahun dengan rata-rata kupon sekitar 7,4 persen per tahun. Adapun surat berharga perpetual menawarkan imbal hasil sebesar 8 persen per tahun.

Sekitar 83 persen dari total penerbitan obligasi dan surat berharga perpetual diserap oleh perusahaan manajemen aset dan perusahaan asuransi. Sisanya diserap korporasi, investor ritel, dana pensiun, dan perbankan.

2. Berkat komitmennya bisa raih 3 penghargaan di Juli

IIF Perkuat Pembiayaan Infrastruktur Garap Proyek Berkelanjutan
Pada Juli 2026, IIF menerima tiga pengakuan internasional bergengsi. (Dok/Istimewa).

Menurut Rizki, tambahan pendanaan tersebut akan memperkuat kemampuan IIF dalam menyediakan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko bagi proyek infrastruktur di sektor prioritas.

Atas kontribusinya tersebut, pada Juli 2026, IIF juga meraih tiga penghargaan internasional, yakni FinanceAsia Awards 2026 untuk kategori The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution, Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk kategori Innovative Deal of the Year, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation.

Dia menjelaskan, penghargaan FinanceAsia diberikan atas kontribusi IIF dalam pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, penerapan standar lingkungan dan sosial, peningkatan akses layanan dasar, inovasi pembiayaan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola berbasis ESG.

Sementara itu, penghargaan ABF diberikan atas dukungan IIF terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) yang diterbitkan oleh klien di sektor jalan tol.

Penghargaan dari Asian Development Bank (ADB) diberikan atas keberhasilan implementasi program Leveraging Private Infrastructure Investment senilai 50 juta dolar AS. Selain itu, IIF juga terpilih sebagai salah satu dari lima perusahaan terbaik dalam kategori Environmental & Social Risk Management (ESRM) Pioneer Award pada ASEAN Risk Awards 2026.

Penghargaan internasional dan pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Dengan permodalan yang lebih kuat dan pengakuan global, IIF akan terus meningkatkan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko untuk membantu klien merealisasikan proyek infrastruktur berkelanjutan di sektor-sektor prioritas," ucap dia.

3. IIF perkuat pembiayaan infrastruktur berkelanjutan lewat pendanaan baru

Kantor pusat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). (dok. IIF)
Kantor pusat PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF). (dok. IIF)

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) merupakan lembaga keuangan swasta nonbank yang berfokus pada pembiayaan infrastruktur serta penyediaan layanan konsultasi untuk proyek-proyek infrastruktur yang layak secara komersial. Perusahaan ini didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif Pemerintah Indonesia bersama sejumlah lembaga keuangan internasional untuk memperkuat pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional.

Saat ini, IIF dimiliki oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Asian Development Bank (ADB), International Finance Corporation (IFC) yang merupakan anggota World Bank Group, Deutsche Investitions- und Entwicklungsgesellschaft (DEG) yang dimiliki oleh KfW, serta Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Dalam menjalankan usahanya, IIF menerapkan praktik terbaik yang mengacu pada standar internasional, mulai dari penyaluran pembiayaan dan penerapan tata kelola perusahaan hingga pengelolaan aspek sosial dan lingkungan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More