IIF Raup 6 Komitmen Pembiayaan Baru Senilai Rp2,5 T di Semester I

- IIF membukukan enam komitmen pembiayaan dan investasi baru senilai Rp2,5 triliun pada semester I 2026, melampaui total komitmen 2025 sebesar Rp799 miliar.
- Hingga Juni 2026, aset IIF tumbuh 4,6 persen menjadi Rp15 triliun, sementara sembilan mandat advisory baru bernilai Rp19 miliar, termasuk pendampingan proyek Waste-to-Energy.
- Pendapatan operasional dan laba bersih turun akibat pelunasan dipercepat debitur, tetapi IIF menghimpun pendanaan lebih Rp1,3 triliun serta menyelesaikan tiga transaksi baru hampir Rp833 miliar pada Juli.
Jakarta, IDN Times - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) mengawali 2026 dengan agresif menyalurkan pembiayaan. Sepanjang semester I 2026, perusahaan membukukan enam komitmen pembiayaan dan investasi baru senilai Rp2,5 triliun, melampaui total komitmen sepanjang 2025 yang sebesar Rp799 miliar.
"Komitmen baru tersebut tersebar di sektor strategis meliputi kesehatan, pelabuhan, telekomunikasi dan data, serta energi terbarukan," jelas Presiden Direktur & Chief Executive Officer IIF, Rizki Pribadi Hasan dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
1. Sejumlah capaian tunjukkan ketahanan perseroan di tengah dinamika global

Ia menjelaskan di tengah dinamika ekonomi global, IIF terus menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan portofolio, peningkatan aktivitas pembiayaan dan advisory, serta struktur pendanaan dan permodalan yang semakin kuat.
"Meskipun laba pada semester I lebih rendah, kami optimis dapat terus memperluas bisnis dan meningkatkan kinerja keuangan, didukung oleh permodalan yang kuat, peningkatan layanan, penurunan biaya dana, serta dukungan dan kolaborasi yang kuat dari para pemegang saham dan mitra bisnis," jelasnya.
2. Hingga Juni 2026, total aset IIF mencapai Rp15 triliun

Hingga Juni 2026, total aset IIF mencapai Rp15 triliun atau tumbuh 4,6 persen secara tahunan. Sementara itu, aset produktif yang terdiri dari pinjaman dan surat berharga meningkat 4,9 persen menjadi Rp13,4 triliun.
Dari sisi layanan advisory, IIF memperoleh sembilan mandat baru dengan total nilai kontrak Rp19 miliar atau meningkat sekitar tiga kali lipat dibandingkan sepanjang 2025. Salah satu proyek utama yang ditangani perseroan adalah pendampingan program Waste-to-Energy (WTE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) guna mendukung percepatan pengelolaan sampah terpadu di kawasan perkotaan.
Sementara itu, pendapatan operasional IIF pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp542,7 miliar, turun dari Rp653,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
"Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh berkurangnya pendapatan bunga investasi setelah adanya pelunasan dipercepat oleh sejumlah debitur pada kuartal I 2026," tegasnya.
Sejalan dengan itu, laba bersih IIF turun menjadi Rp38,2 miliar dari Rp85,3 miliar pada semester I 2025. Penurunan laba dipengaruhi oleh turunnya pendapatan bunga investasi serta kebijakan pembentukan cadangan yang lebih konservatif.
Meski demikian, pendapatan nonbunga meningkat 54,8 persen secara tahunan menjadi Rp43 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis pembiayaan dan investasi, layanan advisory, serta treasury. Di sisi lain, pendapatan bunga dari bisnis treasury juga naik 17,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
3. Selesaikan 3 transaksi baru senilai Rp833 miliar di Juli

Ia menambahkan, hanya sepanjang Juli 2026 IIF telah menyelesaikan tiga transaksi baru senilai hampir Rp833 miliar di sektor logistik, energi terbarukan, dan fasilitas pengolahan air.
Untuk mendukung ekspansi, IIF menghimpun pendanaan lebih dari Rp1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik maupun internasional.
"Perseroan juga telah menyelesaikan tahap pertama penghimpunan dana melalui pasar modal senilai Rp652 miliar yang terdiri dari obligasi Rp432 miliar dan surat berharga perpetual Rp220 miliar," jelasnya.
Selain memperkuat bisnis, IIF juga terus mendorong penerapan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Upaya tersebut mengantarkan perusahaan meraih sejumlah penghargaan internasional pada 2026, di antaranya FinanceAsia Awards 2026 untuk kategori The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution, Asian Banking and Finance Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk kategori Innovative Deal of the Year, serta menjadi finalis ASEAN Risk Awards 2026 untuk kategori Environmental and Social Risk Management Pioneer Award.
IIF juga menerima tiga penghargaan dari Asian Development Bank Project Implementation Awards 2025 yang diserahkan pada Juli 2026.




![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan Doom Spending? Gen Z Biasa Begini](https://image.idntimes.com/post/20260621/upload_d06bbd48d0bf0039e7d214dda11f17d5_79e5d680-169e-4eff-826c-71b5dd0d6a9b.png)




.jpg)

![[QUIZ] Dari Karakter Upin Ipin Favoritmu, Kamu Cocok Jadi Perintis atau Pewaris?](https://image.idntimes.com/post/20250509/untitled-design-8-a8d895374ad15b64e137e3070b058e48.jpg)








