Pada Juli 2026, IIF menerima tiga pengakuan internasional bergengsi. (Dok/Istimewa).
Menurut Rizki, tambahan pendanaan tersebut akan memperkuat kemampuan IIF dalam menyediakan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko bagi proyek infrastruktur di sektor prioritas.
Atas kontribusinya tersebut, pada Juli 2026, IIF juga meraih tiga penghargaan internasional, yakni FinanceAsia Awards 2026 untuk kategori The Biggest Sustainable Impact – Nonbank Financial Institution, Asian Banking and Finance (ABF) Corporate and Investment Banking Awards 2026 untuk kategori Innovative Deal of the Year, serta ADB 2025 Project Implemented Award for Outstanding Social Safeguard Implementation.
Dia menjelaskan, penghargaan FinanceAsia diberikan atas kontribusi IIF dalam pembiayaan infrastruktur berwawasan iklim, penerapan standar lingkungan dan sosial, peningkatan akses layanan dasar, inovasi pembiayaan berkelanjutan, serta penerapan tata kelola berbasis ESG.
Sementara itu, penghargaan ABF diberikan atas dukungan IIF terhadap transaksi sekuritisasi infrastruktur syariah pertama di Indonesia melalui Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) yang diterbitkan oleh klien di sektor jalan tol.
Penghargaan dari Asian Development Bank (ADB) diberikan atas keberhasilan implementasi program Leveraging Private Infrastructure Investment senilai 50 juta dolar AS. Selain itu, IIF juga terpilih sebagai salah satu dari lima perusahaan terbaik dalam kategori Environmental & Social Risk Management (ESRM) Pioneer Award pada ASEAN Risk Awards 2026.
Penghargaan internasional dan pendanaan baru ini akan membantu IIF meningkatkan layanan kepada klien serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
"Dengan permodalan yang lebih kuat dan pengakuan global, IIF akan terus meningkatkan solusi pembiayaan, layanan advisory, dan mitigasi risiko untuk membantu klien merealisasikan proyek infrastruktur berkelanjutan di sektor-sektor prioritas," ucap dia.