Rupiah Dibuka Menguat ke Rp18.061 per Dolar AS

- Rupiah dibuka menguat ke Rp18.061 per dolar AS, naik 30 poin atau 0,17 persen dibanding penutupan sebelumnya menurut data Bloomberg.
- Penguatan rupiah sejalan dengan tren positif mata uang Asia lain, didorong pelemahan dolar AS setelah inflasi Amerika tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar.
- Analis menilai ruang penguatan rupiah masih terbatas akibat harga minyak tinggi dan ketegangan geopolitik, dengan proyeksi pergerakan di kisaran Rp18.000–Rp18.150 per dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Pergerakan nilai tukar atau kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada awal perdagangan Rabu (15/7/2026). Rupiah tercatat menguat ke level Rp18.061 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda menguat 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
1. Rincian pergerakan mata uang di Asia yang menguat
Lebih rinci, rupiah tidak menguat sendirian karena mayoritas mata uang di kawasan Asia ikut menguat terhadap dolar AS, beberapa di antaranya:
Ringgit Malaysia menguat 0,01 persen
Yuan China menguat 0,01 persen
Pesso Filipina menguat 0,06 persen
Dolar Taiwan menguat 0,03 persen
Yen Jepang menguat 0,17 persen
2. Rupiah akan menguat hari ini
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, nilai tukar rupiah diperkirakan berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, seiring pelemahan mata uang Negeri Paman Sam setelah data inflasi AS tercatat lebih rendah dari ekspektasi pasar.
"Pelemahan dolar AS dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan dalam beberapa waktu ke depan," tegasnya.
3. Potensi penguatan rupiah masih terbatas
Meski demikian, potensi penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas. Pasalnya, harga minyak mentah dunia masih bertahan di level tinggi akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Analis memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
"S&P mempertahankan rating BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook tetap Stabil. Ini masih akan mendukung rupiah," tegasnya.













![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)




