- PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)
- PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)
- PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
- PT Golden Flower Tbk (POLU)
- PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)
- PT MD Entertainment Tbk (FILM)
- PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)
- PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)
- PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)
- PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)
- PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)
- PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)
- PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Siantar Top Tbk (STTP)
- PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)
- PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)
- PT FAP Agri Tbk (FAPA)
- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)
- PT Soho Global Health Tbk (SOHO)
- PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)
- PT Bank Permata Tbk (BNLI)
- PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)
- PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)
- PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Daftar Emiten Terbaru di Kategori HSC, Ada Saham Grup Lippo-Djarum

- BEI merilis daftar terbaru 33 emiten yang masuk kategori High Shareholding Concentration (HSC) setelah perubahan metodologi penetapan, dengan total 37 perusahaan ditetapkan dan 4 belum diumumkan.
- Enam dari emiten tersebut berasal dari grup konglomerasi besar seperti Lippo, Djarum, Sinar Mas, dan Bayan Group yang bergerak di sektor energi, e-commerce, kesehatan, serta teknologi informasi.
- Sebelumnya terdapat 14 emiten yang sudah termasuk dalam kategori HSC sejak April 2026, setelah satu perusahaan keluar dari daftar pada awal Juli tahun yang sama.
Jakarta, IDN Times - Daftar terbaru perusahaan terbuka (emiten) yang struktur kepemilikan sahamnya terkonsentrasi tinggi pada pihak tertentu atau high shareholding concentration (HSC) sudah rilis.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dikutip Rabu, (15/7/2026), ada 33 emiten yang sudah diumumkan.
Secara keseluruhan, ada 37 emiten yang baru ditetapkan termasuk dalam kategori HSC usai BEI mengubah metodologi penetapan HSC. Sehingga, masih ada empat perusahaan yang belum diumumkan.
Dari 33 emiten yang sudah diumumkan, ada enam emiten yang merupakan bagian dari grup konglomerasi di Indonesia. Berikut rinciannya.
1. Sebanyak 33 emiten baru diumumkan sandang kategori HSC

Daftar 33 perusahaan yang dimasukkan kategori HSC oleh BEI per 14 Juli 2026:
2. Sebanyak enam emiten berasal dari grup konglomerasi Lippo hingga Djarum
Dari daftar di atas, ada enam perusahaan yang berasal dari grup konglomerasi, sebagai berikut:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)
- PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
- PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)
- PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)
- PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO).
BYAN sendiri merupakan emiten yang didirikan oleh konglomerat Low Tuck Kwong. BYAN bergerak di sektor energi dan pertambangan batu bara terintergasi.
Kemudian, SMAR dan GEMS merupakan emiten yang tergabung dalam Sinar Mas Group, perusahaan yang dimiliki konglomerat Tanah Air Eka Tjipta Widjaja. SMAR bergerak di industri kelapa sawit, dan juga GEMS bergerak di bisnis pertambangan batu bara dan jasa perdagangan.
Kemudian, SILO dan MLPT adalah emiten milik Lippo Group, perusahaan konglomerasi yang didirikan oleh Mochtar Riady. SILO bergerak di bisnis jaringan rumah sakit swasta, dan MLPT bergerak di bidang layanan teknologi informasi (IT).
Terakhir ada BELI yang menjalankan bisnis e-commerce Blibli, perusahaan milik konglomerat grup Djarum. Perusahaan itu didirikan oleh Oei Wie Gwan pada 1951, lalu dikelola oleh kedua putranya, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
3. Sebelumnya ada 14 emiten termasuk HSC

BEI mengumumkan saham yang masuk kategori HSC sejak 2 April 2026. Hingga 1 Juli, ada 15 saham yang masuk kategori. Namun, pada 2 Juli, ada 1 perusahaan yang berhasil ke luar dari kategori HSC, yakni PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Sehingga, ada 14 emiten yang sudah mengantongi HSC sebelumnya. Berikut daftarnya:
- PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)
- PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)
- PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)
- PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)
- PT Ifishdeco Tbk (IFSH)
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)
- PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
- PT Mahkota Group Tbk (MGRO)
- PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)
- PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)
- PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)
- PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM).





![[QUIZ] Tebak Mata Uang Negara di Asia, Bisa Benar Semua?](https://image.idntimes.com/post/20241205/dileesh-kumar-dbppqnkhc7u-unsplash-d089e2e6e27dcbc257bd0b611ae3ac69.jpg)











