Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kerja sama pengadaan minyak mentah (crude oil) dengan Rusia tidak akan mengganggu perjanjian energi yang sudah terjalin dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS).
Bahlil menyebut, pemerintah akan mengambil peluang dari sumber mana pun selama memberikan keuntungan bagi negara. Sebab, kebutuhan minyak mentah Indonesia mencapai sekitar 300 juta barel setiap tahunnya.
"Bagaimana perjanjian kita dengan negara lain termasuk dengan Amerika? Saya katakan bahwa kebutuhan crude kita setiap tahun itu kurang lebih sekitar 300 juta barrel. Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
