Putin Ungkap Energi Hingga Farmasi Jadi Fokus Kerja Sama RI-Rusia

- Putin menegaskan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi Rusia-Indonesia, dengan perdagangan meningkat 12,5 persen dan komisi bersama tetap aktif menjaga stabilitas hubungan bilateral.
- Sektor energi, antariksa, pertanian, industri, dan farmasi menjadi fokus utama kolaborasi baru, disertai dorongan pengembangan kerja sama di bidang pendidikan serta kebudayaan.
- Keanggotaan Indonesia di BRICS dan potensi kerja sama dalam Uni Ekonomi Eurasia dinilai membuka peluang baru untuk memperluas hubungan ekonomi dan koordinasi internasional kedua negara.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi dalam hubungan strategis antara Rusia dan Indonesia. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Moskow dalam pertemuan bilateral yang menyoroti berbagai sektor prioritas.
Putin menyebut, hubungan kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif, terutama dalam bidang perdagangan. Ia menilai interaksi yang semakin rutin antara kedua pemimpin mencerminkan kedekatan dan sifat khusus hubungan bilateral.
“Saya merasa sangat senang bahwa kontak antara kita menjadi reguler dan mencerminkan sifat khusus hubungan kita,” kata Putin dalam pernyataannya, Senin (13/4/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti penandatanganan Deklarasi Kemitraan Strategis sebagai tonggak penting yang memperkuat kerja sama konkret antara kedua negara di berbagai bidang.
1. Perdagangan tumbuh, jadi fondasi hubungan ekonomi

Putin mengungkapkan, kinerja perdagangan antara Rusia dan Indonesia mengalami peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, hal ini menjadi indikator kuat dari hubungan ekonomi yang terus berkembang.
“Pada tahun lalu, nilai perdagangan bilateral kita meningkat sebesar 12,5 persen,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui adanya penyesuaian pada awal tahun ini. Namun, Putin memastikan mekanisme kerja sama ekonomi tetap berjalan aktif melalui Komisi Bersama Rusia-Indonesia.
“Pada awal tahun ini memang terjadi penyesuaian tertentu, namun Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik tetap bekerja secara aktif,” jelasnya.
Ia berharap, kunjungan Prabowo dapat membantu menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan perdagangan hingga akhir tahun. “Saya berharap kunjungan Bapak akan membantu kita menemukan solusi yang diperlukan agar situasi ini tetap stabil dan pada akhir tahun tetap menunjukkan pertumbuhan,” tambah Putin.
2. Energi hingga farmasi jadi sektor prioritas

Dalam pernyataannya, Putin juga menggarisbawahi sejumlah sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama. Sektor-sektor tersebut menjadi fokus utama dalam kerja sama ekonomi ke depan.
“Baik rekan-rekan kita di kedua pihak maupun kita berdua telah berulang kali menaruh perhatian pada bidang-bidang kerja sama yang paling perspektif, yaitu energi, antariksa, pertanian, kerja sama industri, dan farmasi,” katanya.
Menurut Putin, penguatan kerja sama di sektor-sektor tersebut tidak hanya akan memperluas hubungan ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi kedua negara dalam menghadapi dinamika global.
Selain ekonomi, Rusia juga mendorong pengembangan hubungan di bidang kemanusiaan, termasuk pendidikan dan kebudayaan, sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam kemitraan bilateral.
“Kami juga memberikan perhatian besar pada pengembangan hubungan kemanusiaan, termasuk di bidang kebudayaan dan pendidikan,” ujarnya.
3. BRICS dan Eurasia buka peluang baru

Putin turut menyinggung posisi Indonesia dalam forum internasional sebagai faktor penting dalam memperluas kerja sama ekonomi. Ia menilai keanggotaan Indonesia di BRICS membuka peluang baru bagi kedua negara.
“Indonesia telah menjadi anggota penuh BRICS, dan hal ini juga membuka peluang kerja sama baru,” kata Putin.
Selain itu, ia juga menyebut potensi kerja sama dalam kerangka Uni Ekonomi Eurasia sebagai jalur tambahan untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Putin menegaskan, koordinasi antara kedua negara juga terus berlangsung di berbagai forum internasional melalui kementerian luar negeri masing-masing.
“Kementerian Luar Negeri kedua negara kita terus bekerja secara intensif dan menjalin koordinasi erat di berbagai forum internasional,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Putin menekankan kunjungan ini memiliki arti penting, tidak hanya bagi hubungan bilateral, tetapi juga dalam konteks dinamika global yang sedang berkembang.
“Saya yakin bahwa kunjungan Bapak sangat penting, baik dalam konteks perkembangan yang tengah berlangsung di dunia maupun bagi penguatan dan intensifikasi hubungan bilateral antara kedua negara kita,” tutupnya.















