Kementerian ESDM: PLN Jangan Korbankan Pelayanan Demi Efisiensi

Pemadaman bergilir berlangsung hingga pukul 6 sore

Jakarta, IDN Times - Pemerintah memperingatkan PLN untuk tidak mengorbankan pelayanan saat melakukan efisiensi. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, pada hari libur PLN memang biasa melakukan perawatan karena bebannya rendah.

"Beberapa pembangkit listrik biasanya di-standby-kan. Kemarin PLN yang ada di Muara Karang tidak diposisikan pada kondisi yang mesinnya siap masuk kapan saja. Melakukan efisiensi boleh, tapi jangan korbankan pelayanan," ungkap Rida dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Senin (5/8).

Rida menambahkan, pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi agar kejadian mati listrik se-Jabodetabek dan Jawa Barat tidak terulang kembali. Sebagai regulator, pemerintah akan mengecek apakah SOP sudah dijalankan dengan baik oleh PLN.

"Kami cek apakah mereka melaksanakan segala macam regulasi mengenai peraturan menteri dan aturan-aturan yang kami tuangkan. Termasuk pelanggan yang terdampak berhak dapat kompensasi. Kami dorong PLN segera tuntaskan, gak cukup hanya dengan minta maaf, harus mau menerima sanksi," ujarnya.

Pemerintah telah menerjunkan inspektur ke Ungaran guna menyelidiki penyebab putusnya aliran listrik di Jabodetabek dan Jawa Barat. Rida mengatakan, pemerintah selaku regulator akan mengecek praktik di lapangan. Jika ada SOP yang dilanggar akan diberlakukan sanksi.

"Salah satunya itu (pemberian sanksi). Regulasi dan SOP kan sudah ada, tapi praktik di lapangan gimana? Maka kami dorong agar kompetensi SDM di operasional ditingkatkan," kata Rida.

Rida mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan dari inspektur yang diterjunkan ke lapangan. Secara umum, penyebab utama mati listrik adalah gangguan teknis.

Baca Juga: YLKI: Masyarakat Bisa Class Action Gugat Soal Pemadaman Listrik Massal

Topik:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya