Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Diversifikasi Bisnis Jadi Penopang Kinerja RAJA pada Kuartal I-2026

Diversifikasi Bisnis Jadi Penopang Kinerja RAJA pada Kuartal I-2026
ilustrasi laba bersih (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • RAJA mencatat laba bersih 10,5 juta dolar AS pada kuartal I-2026, tumbuh 14 persen meski pendapatan turun 16 persen akibat gangguan pipa gas di Pekanbaru.
  • Kontribusi bisnis midstream dan investasi EPCI serta sektor shipping melalui grup Hafar menjadi penopang utama profitabilitas RAJA di tengah tekanan operasional.
  • RAJA menyiapkan proyek pipa BBM Balikpapan–Samarinda dan akuisisi blok migas Madura Strait serta Indonesia Timur untuk memperkuat portofolio energi terintegrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencatat pertumbuhan laba bersih pada kuartal I-2026 di tengah tekanan terhadap pendapatan perusahaan. Strategi diversifikasi bisnis disebut menjadi faktor utama yang menjaga kinerja perseroan tetap positif.

Pada periode tersebut, RAJA membukukan laba bersih sebesar 10,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,2 juta dolar AS. Sementara itu, pendapatan perseroan tercatat sebesar 55,3 juta dolar AS, turun 16 persen dari sebelumnya 66,1 juta dolar AS.

1. Pemicu penurunan pendapatan

Ilustrasi penurunan kinerja bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi penurunan kinerja bisnis. (IDN Times/Aditya Pratama)

Penurunan pendapatan terjadi akibat insiden pada jalur pipa gas di wilayah Pekanbaru. Gangguan tersebut berdampak terhadap lini bisnis midstream dan downstream perusahaan.

Mitra perseroan bahkan telah menetapkan kondisi tersebut sebagai force majeure, sehingga terjadi penyesuaian sementara terhadap volume penyaluran gas kepada pelanggan.

Meski demikian, perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas berkat kontribusi bisnis lain di luar operasional utama.

2. Bisnis midstream dan investasi EPCI jadi penopang laba

Salah satu fasilitas milik PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).
Salah satu fasilitas milik PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).

Sementara itu, pertumbuhan laba bersih RAJA ditopang kontribusi dari lini bisnis midstream, khususnya jasa penyewaan gas compression plant di Sengkang, Sulawesi Selatan.

Selain itu, pendapatan lain-lain atau non-operating income juga turut menopang kinerja perusahaan. Pendapatan tersebut berasal dari investasi perseroan pada bisnis Engineering, Procurement, Construction & Installation (EPCI) dan sektor shipping melalui grup Hafar.

Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi mengatakan, strategi diversifikasi yang dilakukan perseroan terbukti efektif menjaga ketahanan bisnis di tengah tekanan operasional.

“Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi yang kami jalankan telah memberikan ketahanan bagi Perseroan di tengah tekanan operasional. Ke depan, kami akan terus memperkuat bisnis inti, mengembangkan infrastruktur energi, serta mendorong ekspansi strategis di sektor hulu dan hilir guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan,” tutur Djauhar dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

3. RAJA siapkan proyek pipa BBM dan akuisisi blok migas

PT Rukun Raharja Tbk
PT Rukun Raharja Tbk (raja.co.id)

Memasuki 2026, RAJA menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang. Salah satunya pembangunan infrastruktur pipa BBM yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda.

Konstruksi proyek tersebut ditargetkan mulai pada kuartal III-2026 dan diharapkan memperkuat jaringan distribusi energi di Kalimantan Timur.

Selain itu, melalui anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), perseroan juga tengah menyelesaikan akuisisi SMS Development Limited yang merupakan pemegang participating interest di Blok Madura Strait.

RAJA juga sedang merampungkan tahap akhir akuisisi participating interest pada salah satu blok migas di kawasan Indonesia Timur. Investasi tersebut ditargetkan terealisasi pada kuartal II-2026 untuk memperkuat portofolio energi terintegrasi perusahaan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More