Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPS: Jumlah Pengangguran per Februari Turun Tipis Jadi 7,24 Juta Orang

BPS: Jumlah Pengangguran per Februari Turun Tipis Jadi 7,24 Juta Orang
ilustrasi pengangguran (Freepik.com/gntfreepik)
Intinya Sih
  • BPS mencatat jumlah pengangguran Februari 2026 mencapai 7,24 juta orang atau TPT 4,68 persen, turun tipis dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 7,28 juta orang atau TPT 4,76 persen.
  • Penurunan tingkat pengangguran terjadi di semua kelompok gender dan wilayah, menandakan perbaikan pasar tenaga kerja nasional selama empat tahun berturut-turut sejak 2022.
  • Dari total angkatan kerja 154,91 juta orang, sebanyak 147,67 juta telah bekerja dengan mayoritas terserap di sektor pertanian, perdagangan besar-eceran, industri, akomodasi-makan minum, serta konstruksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik mengungkap jumlah pengangguran di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Per Februari 2026, pengangguran tercatat 7,24 juta orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan perbaikan di pasar tenaga kerja nasional.

“Jumlah ini turun 35 ribu orang dibandingkan Februari 2025 sebesar 7,28 juta orang,” tegas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers BPS, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, angka pengangguran 7,24 juta orang tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen, turun 0,08 persen dibandingkan Februari 2025 yang tercatat 4,76 persen. Berdasarkan data BPS, TPT menunjukkan tren penurunan selama empat tahun terakhir, yakni Februari 2022 sebesar 5,83 persen, Februari 2023 sebesar 5,45 persen, Februari 2024 sebesar 4,82 persen, dan Februari 2025 mencapai 4,76 persen.

“Penurunan tingkat pengangguran terbuka terjadi pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta di wilayah perkotaan maupun pedesaan,” tegasnya.

Secara keseluruhan, struktur ketenagakerjaan Indonesia per Februari 2026 terdiri dari 219,53 juta penduduk usia kerja, meningkat 2,75 juta orang dibandingkan Februari 2025. Dari jumlah tersebut, angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang, naik 1,86 juta orang, sementara bukan angkatan kerja mencapai 64,63 juta orang, naik 0,89 juta orang.

“Dari angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,67 juta orang bekerja, meningkat 1,89 juta orang dibandingkan Februari 2025,” jelas Amalia.

Lebih rinci, jumlah penduduk yang bekerja terdiri dari pekerja penuh waktu sebanyak 98,59 juta orang (bertambah 2,10 juta orang), pekerja paruh waktu 38,35 juta orang, dan pekerja setengah menganggur sebanyak 10,73 juta orang.

Bila berdasarkan lapangan usaha, mayoritas pekerja terserap di sektor pertanian sebesar 28,78 persen, perdagangan besar dan eceran sebesar 17,95 persen, sektor industri menyerap 13,57 persen tenaga kerja, akomodasi dan makan-minum menyerap 7,90 persen tenaga kerja, dan konstruksi menyerap 6,07 persen tenaga kerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More