Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Klarifikasi Lengkap Purbaya Jawab Isu Kas Negara Sisa Rp120 Triliun

Klarifikasi Lengkap Purbaya Jawab Isu Kas Negara Sisa Rp120 Triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
  • Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan isu kas negara tersisa Rp120 triliun tidak benar, karena Rp300 triliun dana pemerintah telah dipindahkan dari Bank Indonesia ke perbankan.
  • Ia menjelaskan dana yang ditempatkan di bank tetap aman dan berputar dalam sistem keuangan melalui proses penciptaan uang saat disalurkan ke sektor swasta.
  • Pemerintah belum berencana menarik atau menggunakan dana Saldo Anggaran Lebih dalam waktu dekat karena penerimaan pajak masih berjalan sesuai target anggaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan terkait adanya kabar yang menyebutkan sisa kas negara hanya tersisa Rp120 triliun. Anggaran yang dimaksud adalah Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Purbaya memaparkan posisi anggaran saat ini aman dan penurunan saldo di Bank Indonesia (BI) terjadi karena adanya pemindahan dana sebesar Rp300 triliun ke perbankan. Sementara itu, sisa dana senilai Rp120 triliun masih tetap tersimpan di BI.

"Saya klarifikasi lagi di sini, ada yang bilang uang saya tinggal Rp120 (triliun). Sudah saya bilang berkali-kali itu saya pindahin aja Rp300 ke bank. Sisanya masih di, Rp120-nya masih di BI. Bank masih uang saya (pemerintah)," katanya dalam konferensi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, Purbaya menanggapi kekhawatiran mengenai ketersediaan dana di bank apabila sewaktu-waktu harus ditarik kembali oleh pemerintah.

Dia menjelaskan ketika dana tersebut dipinjamkan oleh bank kepada sektor swasta atau perusahaan, uang tersebut tidak hilang melainkan tetap berputar kembali ke sistem perbankan melalui proses penciptaan uang.

"Coba Anda pikir, kalau bank ngasih pinjam satu perusahaan Rp10 triliun misalnya, perusahaannya dapat Rp10 triliun kan? Uangnya taruh di mana? Bank lagi. Jadi ada proses penciptaan uang di situ, jadi uangnya (pemerintah) nggak berkurang," paparnya.

Purbaya mengakui penarikan dana dalam jumlah besar sekaligus memang dapat memengaruhi perbankan. Oleh karena itu, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan BI untuk memastikan langkah-langkah yang diambil dapat dilakukan dengan baik.

"Ya memang kalau saya tarik sekaligus mungkin bank-nya agak kaget, tapi uangnya masih di situ nggak ada masalah. Cuma kita sudah komunikasi dengan bank sentral ya, untuk men-smoothing hal itu kalau memang kita perlukan menarik uang dalam jumlah banyak," ujar dia.

Meski demikian, dia memastikan penarikan dana dalam waktu dekat tidak akan dilakukan karena pemerintah belum berencana menggunakan anggaran dari pos Saldo Anggaran Lebih tersebut.

"Itu emang SAL nggak akan kita pakai. Sementara pendapatan pajak kita masuk terus dari bulan ke bulan dan sampai sekarang masih sesuai dengan rencana anggaran kita," kata Purbaya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More