Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Punya Gudang SRG Berbasis Kereta Api, Logistik Lebih Efisien
Ilustrasi logistik (Pixabay)
  • Indonesia meluncurkan Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis kereta api di Gedebage, Bandung, untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan menekan biaya logistik nasional.
  • Gudang SRG Gedebage akan berfungsi sebagai hub logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan ekspor, dimulai dari komoditas kopi Java Preanger.
  • Integrasi SRG berbasis rel diharapkan memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia melalui sistem penyimpanan terstandar serta dukungan pembiayaan usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Implementasi Gudang Sistem Resi Gudang (SRG) berbasis kereta api mulai diterapkan di Indonesia. Soft launching dilakukan di Gudang SRG Gedebage, Bandung, Jawa Barat, yang terintegrasi dengan jaringan transportasi rel untuk mendukung distribusi komoditas secara lebih efisien.

Gudang yang memanfaatkan aset PT Kereta Api Indonesia (Persero) tersebut diharapkan menjadi terobosan baru dalam memperkuat konektivitas logistik sekaligus menekan biaya distribusi komoditas nasional.

1. Distribusi komoditas lebih efisien dan terukur

ilustrasi logistik (pexels.com/Chanaka)

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Budi Susanto, mengatakan integrasi Sistem Resi Gudang (SRG) dengan sistem logistik nasional merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem perdagangan komoditas. Integrasi gudang SRG dengan moda transportasi kereta api dinilai dapat membuat proses distribusi komoditas menjadi lebih terencana dan efisien. Selain itu, kehadiran SRG berbasis rel diharapkan mampu menekan biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan dalam rantai pasok komoditas.

"PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Gudang berkomitmen untuk terus mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional," ujar Budi dalam keterangan, Rabu (17/6/2026).

2. Gudang komoditas bertransformasi menjadi hub logistik

Sistem Resi Gudang Berbasis Kereta Api Pertama Resmi Diluncurkan. (Dok/Istimewa).

Budi mengatakan, ke depan, Gudang SRG Gedebage tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan komoditas, tetapi juga menjadi hub logistik yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik maupun internasional.

Pada tahap awal operasional, gudang ini akan mendukung penyimpanan komoditas kopi Java Preanger yang selama ini dikenal sebagai salah satu produk unggulan Jawa Barat dengan pasar ekspor yang cukup luas.

Menurut Budi, Jawa Barat diharapkan dapat menjadi daerah perintis pengembangan SRG berbasis rel di Indonesia. “Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan BAPPEBTI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI, PT Sucofindo, Bank BJB, PT ASLI Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait," katanya.

3. Perkuat daya saing komoditas ekspor Indonesia

Ilustrasi ekspor-impor (Pixabay)

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, SRG berbasis rel diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Sistem ini memungkinkan komoditas tersimpan dengan baik sekaligus memanfaatkan resi gudang sebagai instrumen pendukung pembiayaan usaha.

Data PT KBI menunjukkan komoditas kopi mendominasi registrasi dalam sistem IsWare Next Gen hingga Mei 2026 dengan porsi mencapai 47 persen dari total komoditas yang diregistrasikan. Budi menilai penguatan ekosistem SRG akan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing komoditas Indonesia di pasar global.

"Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan penting bagi PT KBI untuk terus membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing global," tutupnya.

Editorial Team

Related Article