Wondr by BNI Tembus 15,1 Juta Pengguna, Transaksi Tumbuh 110 Persen

- Hingga akhir Juni 2026, pengguna wondr by BNI mencapai 15,1 juta, dengan volume transaksi tumbuh 110 persen secara tahunan.
- BNI mengembangkan wondr melalui dimensi Transaksi, Insight, dan Growth untuk memenuhi kebutuhan finansial, memantau kondisi keuangan, serta membantu pengembangan aset nasabah.
- Pengembangan wondr menjadi bagian transformasi digital BNI untuk memperkuat bisnis inti, produktivitas aset, dan layanan yang relevan bagi berbagai segmen nasabah.
Jakarta, IDN Times - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat layanan digital wondr by BNI untuk menjawab kebutuhan generasi muda dalam mengelola keuangan.
Hingga akhir Juni 2026, jumlah pengguna wondr by BNI telah mencapai 15,1 juta. Adapun volume transaksi melalui aplikasi tersebut tumbuh 110 persen secara tahunan.
1. BNI mengembangkan wondr by BNI melalui tiga dimensi

Gedung BNI (dok. BNI) Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pertumbuhan ini sejalan dengan semakin tingginya penggunaan layanan pembayaran digital di Indonesia.
Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi BI-FAST pada kuartal II-2026 mencapai 1,529 miliar transaksi, naik 38,09 persen secara tahunan. Nilai transaksinya mencapai Rp3.777 triliun.
Sementara itu, volume transaksi melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tumbuh 100,12 persen secara tahunan pada periode yang sama.
"BNI mengembangkan wondr by BNI melalui tiga dimensi utama, yakni Transaksi, Insight, dan Growth. Ketiganya dirancang untuk membantu nasabah memenuhi kebutuhan finansial saat ini, memahami kondisi keuangan sebelumnya, sekaligus mempersiapkan kebutuhan masa depan," jelasnya.
2. BNI terus memperkuat fundamental bisnis

melakukan pembayaran pakai QRIS (magnific.com/rawpixel.com) Di sisi lain, BNI terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan.
"Di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis, BNI mengarahkan sumber daya pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menjaga produktivitas aset sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi nasabah di setiap segmen," ujar Putrama.
Menurutnya, pengembangan wondr by BNI menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas digital BNI. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, memperkokoh fundamental bisnis, serta mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Transformasi tersebut juga berjalan sejalan dengan agenda transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
3. Dimensi transaksi memungkinkan nasabah memenuhi kebutuhan finansial sehari-hari

Ilustrasi BNI (Dok.Istimewa) Dari sisi fitur, dimensi transaksi memungkinkan nasabah memenuhi berbagai kebutuhan finansial sehari-hari. Mulai dari transfer ke satu atau beberapa tujuan, transfer terjadwal, tarik tunai tanpa kartu, hingga transfer ke luar negeri.
"Nasabah juga dapat melakukan berbagai pembayaran dalam satu aplikasi, seperti membeli pulsa, membayar tagihan, mengisi dan mengecek saldo dompet digital, bertransaksi menggunakan QRIS, serta mengecek dan mengisi saldo TapCash," jelasnya.
Selain itu, wondr by BNI menyediakan sejumlah layanan gaya hidup, seperti pembelian tiket kereta api dan tiket konser.
Sementara itu, dimensi Insight membantu nasabah memantau pemasukan dan pengeluaran berdasarkan aktivitas keuangan sebelumnya. Fitur ini dapat digunakan untuk mengenali pola pengeluaran dan memahami kondisi keuangan secara lebih menyeluruh.
Adapun dimensi Growth ditujukan untuk membantu nasabah menjaga nilai sekaligus mengembangkan aset melalui berbagai pilihan instrumen finansial.
Ke depan, BNI menyatakan akan terus mengembangkan wondr by BNI dengan menghadirkan layanan yang mudah digunakan, aman, dan relevan dengan kebutuhan nasabah pada berbagai tahap kehidupan.



















