Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi industri pangan
ilustrasi industri pangan (unsplash.com/Arno Senoner)

Intinya sih...

  • Peningkatan PMI-BI pada kuartal IV terutama didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen pembentuk indeks. Komponen tersebut meliputi volume produksi, volume persediaan barang jadi, serta volume total pesanan.

  • Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia.

  • Survei menunjukkan kinerja kegiatan LU industri pengolahan tetap kuat, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada kuartal IV-2025 tercatat meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi. Kondisi itu tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) yang mencapai 51,86 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 51,66 persen.

"Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan IV 2025 meningkat dan berada pada fase ekspansi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya, Senin (19/1/2026).

1. Ekspansi ditopang produksi dan pesanan

ilustrasi industri farmasi (unsplash.com/glsun)

Ramdan menjelaskan, peningkatan PMI-BI pada kuartal IV terutama didorong oleh ekspansi pada mayoritas komponen pembentuk indeks. Komponen tersebut meliputi volume produksi, volume persediaan barang jadi, serta volume total pesanan.

"Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi," ujarnya.

Indeks tertinggi tercatat pada industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman, industri barang galian bukan logam, serta industri makanan dan minuman.

2. Sejalan dengan hasil survei kegiatan dunia usaha

ilustrasi industri (pexels.com/ELEVATE)

Perkembangan tersebut sejalan dengan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia. Survei itu menunjukkan kinerja kegiatan LU industri pengolahan tetap kuat, tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT).

"Kinerja kegiatan LU Industri Pengolahan tetap kuat dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang sebesar 1,18 persen," kata Ramdan.

3. Diperkirakan menguat pada awal 2026

Ilustrasi Industri (Freepik)

Untuk kuartal I-2026, Bank Indonesia memperkirakan kinerja LU industri pengolahan akan terus meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi. Hal tersebut tercermin dari PMI-BI yang diperkirakan mencapai 53,17 persen.

"Ekspansi terutama didorong oleh volume total pesanan, volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan kecepatan penerimaan barang input," tuturnya.

Mayoritas Sub-LU juga diperkirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri furnitur, industri logam dasar, serta industri makanan dan minuman.

Editorial Team